Beranda Warganet Kemendikbudristek: Riset harus memenuhi kebutuhan riil

Kemendikbudristek: Riset harus memenuhi kebutuhan riil

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan penelitian yang dilakukan oleh pendidik vokasi harus memenuhi kebutuhan riil masyarakat, pasar, dan industri.

“Penelitian yang dilakukan oleh guru pendidikan tinggi kejuruan harus memenuhi kebutuhan masyarakat, pasar dan industri, atau didorong oleh permintaan– kata Vikan Sakarinto, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Teknologi, dalam media briefing online yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Dengan demikian, hasil penelitian dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat, pasar dan industri. Wikan menambahkan, perguruan tinggi profesional harus berinovasi yaitu produk nyata.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan program penelitian ilmiah terapan nasional bagi guru di perguruan tinggi profesional. Program ini merupakan kombinasi dari penguatan dengan program dana pendamping.

“Ayo, kota-kota profesional di seluruh Indonesia, ayo aktif dalam program ini. perbandingan dana yang diluncurkan dan para pendidik memanfaatkan program ini, yang akan menghasilkan produk nyata. Produk-produk tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan memberdayakan masyarakat, serta memberikan nilai tambah,” ujarnya.

Penelitian dilakukan atas dasar hasil akhir berdasarkan kebutuhan nyata. Penelitian dilakukan secara kolaboratif dan interdisipliner.

Agus Susilohadi, Koordinator PTVP Mitras DUDI Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, mengatakan 50 proposal terbaik akan mendapat peluang pendanaan sebesar Rs 500 juta.

“Program ini disusun melalui serangkaian FGD yang melibatkan pendidikan tinggi, pendidikan vokasi dan industri, serta pemangku kepentingan. Program ini berbasis kemitraan dan penelitian yang bersifat interdisipliner serta dapat berkolaborasi dengan mahasiswa dan tenaga pengajar dari kampus lain,” ujar Agus *.

Artikel sebelumyaBNPT menyerap aspirasi para pihak untuk mengoptimalkan pencegahan serangan teroris radikal.
Artikel berikutnyaPKC Mengingatkan Pejabat Pemerintah untuk Menumbuhkan Kesusilaan