Beranda Warganet Kemenag menghargai organisasi yang membantu masyarakat terdampak pandemi.

Kemenag menghargai organisasi yang membantu masyarakat terdampak pandemi.

Pesatnya pergerakan lembaga zakat untuk merespons meningkatnya jumlah kasus COVID-19 dengan membuat program darurat bagi mereka yang membutuhkan sangat baik.

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Agama mengapresiasi upaya sejumlah lembaga dan organisasi masyarakat yang membantu warga terdampak pandemi COVID-19 dan memberikan dukungan kepada tenaga kesehatan.

“Pergerakan cepat lembaga zakat untuk merespons meningkatnya jumlah kasus COVID-19 dengan membuat program bantuan darurat bagi mereka yang membutuhkan sangat baik,” kata Tarmizi Tohor, Direktur Bidang Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Tarmizi Tohor. dalam keterangan tertulis di Jakarta. , Kamis.

Ia mengatakan, kebijakan darurat PPKM sebagai upaya pengendalian laju penularan COVID-19 berdampak pada penghidupan masyarakat. Namun, pemerintah harus mengambil langkah ini untuk mencegah penularan.

Di satu sisi, kebijakan PPKM Darurat juga merupakan langkah pengendalian COVID-19 dan mengurangi beban tenaga kesehatan untuk menangani pasien.

Menyikapi kondisi tersebut, sejumlah organisasi yang bergerak di bidang humanisme dan zakat telah bersama-sama mengembangkan berbagai cara untuk membantu masyarakat dan mendukung tenaga kesehatan.

Salah satunya Aksi Cepat Tanggap (ACT) bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia, PBNU, Muhammadiyah dan lembaga amal lainnya meluncurkan program Operasi Pangan Gratis dan Operasi Kesehatan Gratis.

Begitu pula dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), yang dengan caranya sendiri membantu masyarakat dan tenaga kesehatan.

Tarmizi menyampaikan, berbagai program yang dilaksanakan oleh berbagai lembaga/Ormas merupakan bentuk pelaksanaan zakat, informasi dan dukungan dana zakat untuk mendukung program pemerintah memerangi COVID-19.

“Program ini merupakan bentuk dukungan dari lembaga zakat kepada mereka yang berjuang di garda terdepan dalam memerangi pandemi ini,” ujarnya.

Hal ini juga ditegaskan oleh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Zakat, Pasal 3, yang menyatakan bahwa manfaat zakat adalah untuk menjamin kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan.

“Orang-orang yang terkena COVID-19 tidak senang,” kata Tarmizi Tohor.

Artikel sebelumyaPemprov Sumut menargetkan 4.500 orang menjalani tes PCR setiap hari.
Artikel berikutnyaDalam dua hari banjir, 2.862 rumah terendam banjir di Kapuas-Khulu-Kalimantan Barat.