Beranda News Kemarin, Presiden menghadiri Forkopimda sebelum pengesahan RUU Masyarakat Hukum Adat.

Kemarin, Presiden menghadiri Forkopimda sebelum pengesahan RUU Masyarakat Hukum Adat.

Jakarta (ANTARA) – Pemberitaan nasional pada Kamis (16 September) diwarnai berbagai peristiwa politik, mulai dari instruksi presiden kepada Vorkopimda Aceh dan Sumut hingga RUU masyarakat hukum adat.

Berikut lima berita politik menarik yang dirangkum ANTARA kemarin:

1.Presiden ingatkan Acehu Vorkopimda tentang pentingnya memerangi COVID-19

Presiden RI Joko Widodo mengingatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Aceh tentang pentingnya pengendalian COVID-19 sebagai kunci penggerak perekonomian.

Lebih detail di sini

2. Presiden meminta untuk menjembatani kesenjangan pencapaian vaksinasi antar daerah di Sumut.

Presiden RI Joko Widodo meminta Gubernur Sumut Edi Rahmayadi untuk mengintensifkan vaksinasi COVID-19 di beberapa kabupaten/kota berdasarkan data capaian yang rendah.

Lebih detail di sini

3. Maruf Amin menyayangkan PPKM tidak menghentikan peredaran narkoba.

Wakil Presiden Maaruf Amin menyayangkan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama pandemi Covid-19 tidak menghentikan penyebaran dan penyalahgunaan narkoba.

Lebih detail di sini

4. Mendagri mengingatkan aparat pemerintah daerah untuk menghindari konflik kepentingan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan pejabat pemerintah daerah (Pemda) untuk menghindari konflik kepentingan saat mengeluarkan kebijakan.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, Kementerian Dalam Negeri mengirimkan surat edaran Nomor 356/4995/SJ tertanggal 14 September 2021 kepada gubernur, bupati, dan walikota di seluruh Indonesia. Isi surat tersebut melarang dikeluarkannya kebijakan yang dapat menimbulkan benturan kepentingan.

Lebih detail di sini

5. Wakil Ketua MPR mendesak segera diselesaikannya RUU tentang masyarakat hukum masyarakat hukum adat.

Lestari Murdijat, Wakil Ketua MNR Republik Ingushetia, meminta agar RUU Masyarakat Adat (RUU) segera diselesaikan agar bisa disahkan menjadi undang-undang guna mengatasi masalah tumpang tindih yang dihadapi masyarakat adat.

Lebih detail di sini

Artikulli paraprakKader Golkar diinstruksikan untuk mengambil pendekatan kultural untuk memenangkan pemilu.
Artikulli tjetërPKC OTT mengajukan gugatan polusi udara kemarin