Beranda Hukum Kejaksaan Bintana Selidiki Kasus Fiksi Promosi COVID-19

Kejaksaan Bintana Selidiki Kasus Fiksi Promosi COVID-19

Kenaikan anggaran juga karena adanya tindakan fiktif tambahan tenaga kesehatan yang terlibat dalam kasus tersebut.

Bintan (ANTARA) – Kejaksaan Negeri Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, mengusut kasus fiktif penyebaran COVID-19 di dua lahan terlantar di kawasan tersebut.

Kepala Kejari Bintan dan Wayan Riana di Bintan mengatakan, Rabu, 19 tenaga medis yang bekerja di Puskesmas Sei Lekop dan Puskesmas Tambelan diperiksa dalam kasus ini.

Modus operandi, yaitu penambahan jam kerja dan masuknya tindakan fiktif ke dalam sistem. Tambahan jam kerja fiktif tenaga medis selama start-up menghasilkan insentif yang bersumber dari dana. reorientasi bengkak akibat perawatan COVID-19.

Kenaikan anggaran juga ternyata juga karena fiktif tambahan tindakan para tenaga medis yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Para profesional medis yang bertugas mengelola keuangan khusus untuk ini telah mengakui tindakan mereka,” kata saya kepada Wayan Riana, yang pernah menjadi penyelidik PKC.

Rhiana menjelaskan, dana insentif untuk tenaga kesehatan diterima dari APBD Bintan pada tahun 2020 dan 2021. Besaran anggaran insentif untuk tenaga kesehatan sebesar Rp 400 juta.

“Kami menduga kerugian pemerintah sekitar Rp 100 juta. Uang itu dikirim ke sejumlah tenaga medis,” ujarnya.

Berdasarkan kejadian tersebut, Rhiana menegaskan pihaknya akan memperdalam program insentif bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Bintan lainnya.

“Pada 2022, kami akan mulai menjajaki opsi insentif di puskesmas lain,” katanya.

Saat ini, kata dia, kejaksaan juga menangani sejumlah kasus dugaan korupsi di Bintan.

“Ada beberapa kasus yang kami selidiki. Kami berharap mereka segera pindah ke tahap penyidikan,” ujarnya.

Artikel sebelumyaKomnas HAM Terima Pengaduan Pelanggaran Hukum di Kalsel Terkait Pertambangan
Artikel berikutnyaPolres Malang Tetapkan Tujuh Tersangka Pelecehan Anak