Beranda Hukum Kejaksaan Agung Tahan Dua Tersangka Korupsi NDPDP Sumsel di Rutan Salemba

Kejaksaan Agung Tahan Dua Tersangka Korupsi NDPDP Sumsel di Rutan Salemba

Jakarta (ANTARA) – Penyidik ​​Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan. . tahun 2010-2019

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak di Gedung Bundar Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Rabu, mengatakan dua tersangka CISS dan AYH telah ditahan di kejaksaan Rutan Salemba. Kejaksaan Negeri dan Salemba Rutan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Keduanya ditahan selama 20 hari dari 8 September 2021 hingga 27 September 2021, kata Leonard.

Leonard menjelaskan CISS ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan nomor surat identitas tersangka: TAP-22/F.2/Fd.2/09/2021 tanggal 8 September 2021. Kemudian dilakukan penangkapan berdasarkan nomor urut: PRIN -19/F.2/Fd. 2.09.2021 8 September 2021

“CISS, selaku Presiden PDPDE Sumsel sejak 2008 dan Presiden PDPDE Sumsel, telah menandatangani perjanjian kerjasama antara PDPDE Sumsel dengan PT Dika Karya Lintas Nusa (PT. DKLN),” kata Leonard.

Tersangka berikutnya, AYH, diidentifikasi berdasarkan nomor surat identitas tersangka: TAP-23/F.2/Fd.2/09/2021 tanggal 8 September 2021, dan surat penangkapannya berdasarkan nomor surat perintah penangkapan. : PRIN-19 / F.2 / Fd.2 / 09/2021 8 September 2021

“AYH menjabat sebagai Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa (PT. DKLN) sejak 2009 dan menjadi Direktur PT PDPDE Gas sejak 2009 dan Presiden PDPDE Sumsel sejak 2014,” kata Leonard.

Leonard menjelaskan, kasus tersebut bermula saat tersangka CISS menjabat sebagai Presiden dan Direktur PDPDE Sumsel sejak 2008, dan juga Direktur Utama PT. Sejak 2010, PDPDE Gas telah menandatangani perjanjian kerjasama antara PDPDE Sumsel dengan PT DKLN milik tersangka AYH.

Pada 2010, Pemprov Sumsel mendapat izin pembelian gas bumi bagian negara dari JOB PT. Pertamina, Talisma Ltd Pacific Oil and Gas Ltdz JOB Jambi Merang sebesar 15 MMSCFD berdasarkan Perintah Eksekutif Kepala Badan Pengelola Minyak dan Gas Bumi (BP MIGAS) atas permintaan Gubernur Sumatera Selatan.

Bahwa berdasarkan keputusan Kepala BP Migas, BUMD Provinsi Sumsel yaitu PDPDE Sumsel ditunjuk sebagai pembeli gas bumi bagian negara.

Namun, dengan dalih PDPDE Sumsel kekurangan tenaga teknis dan dana, PDPDE Sumsel menggandeng investor swasta, PT Dika Karya Lintas Nusa (PT DKLN), untuk membentuk perusahaan patungan (PT PDPDE Gas) dengan kepemilikan sebesar 15% untuk PDPDE Sumatera Selatan dan 85% untuk PT DKLN.

Akibat penyimpangan tersebut, lanjut Leonard, mengakibatkan kerugian keuangan negara yang menurut perkiraan ahli BPK RI sebesar $30.194.452,79 yang diperoleh dari hasil penjualan gas. setelah dikurangi beban usaha selama periode 2010-2010. 2019, yang akan menerima PDPDE Sumsel, serta $63.750 dan Rs. 2,1 miliar yang merupakan modal disetor yang tidak harus disetor oleh PDPDE Sumsel.

Atas perbuatannya, tersangka diancam dengan Pasal 2 ayat (1) zho. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Bagian (1) 1 Pasal 55 KUHP.
Tambahan Pasal 3 Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi J. Bagian (1) 1 pasal 55 KUHP.

“Penyidik ​​masih melakukan penyidikan untuk menemukan tersangka lain yang diduga bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi pembelian gas bumi BUMD oleh Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi Sumatera Selatan (PDPDE) tahun 2010-2019. ,” kata Leonard.

Leonard menambahkan, sebelum ditahan di Rutan Negara Salemba (Rutan) Kejaksaan Agung dan Rutan Salemba Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, tersangka CISS dan tersangka AYH menjalani pemeriksaan kesehatan dan dilakukan swab antigen. Hasilnya dinyatakan sehat dan negatif COVID-19.

Artikel sebelumyaICW berharap Kapolri memperhatikan aduan Lily Pintauli Siregar.
Artikel berikutnyaSita senpi dari KKB, Pangdam XVI / Chenderavasih mengatakan dia berasal dari PNG