Beranda Hukum Keempat penerima kekayaan Asabri itu divonis bersalah.

Keempat penerima kekayaan Asabri itu divonis bersalah.

Tidak, mudah bagi orang untuk tidak lari

Jakarta (ANTARA) merupakan empat dari 15 penerima harta kekayaan dalam kasus dugaan korupsi pimpinan PT. Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) Persero berstatus terpidana.

Direktur Bareskrim Jampidsus Kejaksaan Agung Supardi usai dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, mengatakan keempat orang itu, yakni Edward Seki Suryajaya, Beti Halim, Lim Angie Christina, dan Rennier Abdul Rahman Latif, telah divonis pada kesempatan lain. . kasus.

Menurut Supardi, status keempat terpidana tersebut tidak akan mengganggu penyidikan kasus Asabri.

“Ya enggak lah, gampangnya orang enggak kabur kalau misalnya ini berstatus tersangka dalam kasus baru,” kata Supardi.

Jaksa Agung (JPU) Kejaksaan Agung memaparkan delapan terdakwa dan afiliasinya dalam dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana PT Asabri.

Kedelapan terdakwa dalam kasus ini adalah Direktur Utama PT Asabri, Maret 2016 – Juli 2020. Pensiunan Letnan Jenderal. Sonny Vijaya, Presiden dan Direktur PT Asabri 2012 – Maret 2016 Pensiunan Mayjen. Adam Rahmat Damiri, Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri Juli 2014 – Agustus 2019 Hari Setianto, Presiden, Direktur PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP) Lukman Purnomosidi, Direktur Hubungan Investor Emiten PT Jakarta Jimmy Sutopo, Presiden, Direktur PT Hanson Internasional Tbk. Benny Tiocrosaputro dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Namun, satu terdakwa tidak hadir dalam persidangan karena masih dirawat di rumah sakit akibat terinfeksi COVID-19, yakni Bakhtiyar Effendi selaku Direktur Investasi dan Keuangan PT. Asabri 2012 – Juni 2014.

Sedangkan satu orang tewas dalam tahap penyidikan, yakni Ilham Vardhana Bilang Siregar yang mengepalai bagian investasi PT Asabri (Persero) sejak 1 Juli 2012 hingga 29 Desember 2016. Ilham meninggal pada 31 Juli 2021.

Sementara enam orang lagi belum ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik ​​Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung, yakni Danny Boestami, Gustipar Pinajungan, Edward Seki Suryajaya, Beti Halim, Lim Angie Christina dan Rennier. Abdul.

Empat dari enam nama tersebut dipidana dalam kasus lain, yakni Beti Halim atas korupsi Dana Pensiun PT Pertamina, Edward Seki Suryajaya atas korupsi Dana Pensiun PT Pertamina, Rennier Abdul Rahman Latief atas korupsi reksa dana.
dan Lim Angie Christie Halim terlibat dalam kasus penipuan investasi yang melibatkan Millennium Dinamika Investama (MDI).

Menurut Supardi, status terpidana memungkinkan penyidik ​​melakukan penyidikan lebih lanjut.

“Mereka dieksekusi, jadi mereka di penjara, kami benar-benar menyelidiki ini,” kata Supardi.

Supardi menjelaskan, tindak pidana yang dilakukan keempat orang tersebut kemungkinan dilakukan secara bersamaan dalam kasus Asabri yang terjadi antara tahun 2012 hingga 2019.

Sebelumnya, penyidik ​​Jampidsus dari Kejaksaan Agung menambah tersangka baru dalam kasus tersebut, yang merugikan keuangan negara senilai Rp 22,78 triliun.

Tersangka adalah Teddy Tjocrosaputro, Presiden dan Direktur PT Rimo Internasional Lestari Tbk.

Teddy adalah adik dari Benny Tiocrosaputro, yang pertama kali ditetapkan sebagai tersangka di Asabri.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan Teddy diduga melakukan korupsi bersama Benny.

Seperti delapan terdakwa Asabri lainnya, Teddy dijerat dengan pasal 2 (1) atau pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi J. Bagian (1) Pasal 55 KUHP.

Selain itu, Teddy juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang berdasarkan pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Heru Hidayat dan Benny Tjokcrosaputro juga didakwa dengan pasal serupa.

Dalam kasus Asabri, penyidik ​​Gedung Bundar juga menetapkan 10 manajer investasi sebagai tersangka. Sepuluh manajer investasi: PT IIM, PT MCM, PT PAAM, PT RAM, PT VAM. Kemudian, PT ARC, PT. OMI, PT MAM, PT AAM dan PT CC.

Artikel sebelumyaSaksikan hari yang tenang di siang hari
Artikel berikutnyaJember mengubah artefak meteorit menjadi magnet wisata