Beranda Warganet Kecuali Malang Raya Bali, Luhut Suruh Kurangi Kasus COVID-19

Kecuali Malang Raya Bali, Luhut Suruh Kurangi Kasus COVID-19

Sepulang dari Yogyakarta, kami evaluasi jumlahnya, di beberapa tempat kami menemukan apa yang perlu diperbaiki.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjayitan menyampaikan hal itu di sela-sela pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Publik.

“Penurunan jumlah kasus dan perawatan rumah sakit juga terjadi di sejumlah wilayah metropolitan di Jawa Bali, tidak terkecuali masalah di Malang Raya dan juga di Bali. Untuk itu, pemerintah akan segera turun tangan di dua wilayah tersebut. untuk memperlambat laju penambahan kasus,” katanya dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin malam.

Ia mengatakan akan segera mengunjungi kedua wilayah tersebut untuk bisa memantau langsung kesiapan bongkar muat.

Pemerintah juga meyakini jumlah kematian tambahan di Jawa Bali semakin menurun, meski diakui kondisinya masih fluktuatif di setiap provinsi.

Luhut yang juga Koordinator Pelaksana Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali mengatakan, pemerintah juga mengkhawatirkan peningkatan mobilitas yang tercermin dari kenaikan IHSG sejak 26 Juli 2021 menuju lebih banyak kasus konfirmasi ke depan.

“Tentu ini akan kita pantau sampai minggu depan, mengingat ada jeda 14 hingga 21 hari dari perubahan indeks komposit menjadi penambahan kasus,” katanya.

Ditambahkannya, dengan pelaksanaan PPKM level 4 dan 3 yang akan berlangsung pada 10-16 Agustus 2021, 26 kota atau kabupaten turun dari level 4 menjadi level 3.

Menurutnya, hal ini menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan pada kondisi di lapangan.

“Kami melakukan perkiraan ini dengan menghapus indikator kematian dari perkiraan karena kami menemukan bahwa ada input yang mewakili akumulasi tingkat kematian selama beberapa minggu terakhir, yang menyebabkan bias dalam perkiraan,” katanya.

Dia akan membentuk tim khusus untuk bekerja di daerah-daerah yang mengalami lonjakan kematian yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir, seperti yang telah dilakukan di Yogyakarta.

“Setelah kami kembali dari Yogyakarta, kami mengevaluasi angka-angka dan menemukan sesuatu yang perlu diperbaiki,” katanya.

Artikel sebelumyaBupati: Mahasiswa lumpuh asal Aceh Barat tidak ada hubungannya dengan vaksin COVID-19
Artikel berikutnyaPolisi bekerjasama dengan HMI menyalurkan bantuan sosial kepada mahasiswa internasional di wilayah PPKM