Beranda News Kata Akil: “Keragaman merajut berawal dari lingkungan keluarga”

Kata Akil: “Keragaman merajut berawal dari lingkungan keluarga”

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj menegaskan ada keragaman dalam merajut, dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.

“Mengajarkan kesetaraan, kemanusiaan, dan kerukunan harus dimulai di tingkat keluarga, hanya di lingkungan, dan terus berkembang,” kata Said dalam webinar bertajuk “Langkah Konkret Menyatukan Keberagaman di Internet” di Jakarta, Jumat.

Said mengajak seluruh umat beragama untuk terus bersinergi, menjalin silaturahmi dan mendekatkan diri.

“Tidak hanya saat krisis. Bukan hanya ketika muncul masalah baru,” kata Said.

Saeed meminta agar komunikasi dilakukan lebih jauh daripada sebelum masalah atau insiden itu muncul. Said mengatakan, mereka harus bisa bertemu dan berkomunikasi di segala bidang guna membangun persatuan dan persaudaraan. Ia mencontohkan persatuan yang dibangun di bidang kesehatan, pendidikan, pendidikan bersama kesehatan lingkungan.

Saeed yang juga anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengatakan, faktor kemiskinan, kebodohan dan ketidakadilan merupakan pintu gerbang radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

“Jika Anda benar-benar memahami agama, Islam jauh dari mencari penghinaan dan menyakiti orang lain,” kata Said.

Said menjelaskan bahwa kitab suci Al-Qur’an menekankan bahwa seseorang tidak boleh memarahi orang yang tidak menyembah Allah swt. Karena begitulah setiap orang atau kelompok diciptakan yang memiliki kebanggaan tersendiri.

“Kita tidak boleh meremehkan dan tidak memarahi, kita harus menghormati mereka,” kata Said.

Artikel sebelumyaJPU menyerahkan berkas 13 manajer investasi terdakwa Jivasraya.
Artikel berikutnyaVantannas: Pandemi COVID-19 Ancaman Serius terhadap Stabilitas Nasional