Beranda Warganet Kasus stunting di Mukomuko tertinggi terjadi di Benkulu, mencapai 10,38 persen.

Kasus stunting di Mukomuko tertinggi terjadi di Benkulu, mencapai 10,38 persen.

Kota Bengkulu (ANTARA) – Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menyatakan kejadian tersebut keterbelakangan pertumbuhan Tertinggi (anak kerdil) di Provinsi Bengkulu terdapat di Kabupaten Mukomuko sebesar 10,38%.

Adapun nomor keterbelakangan pertumbuhan di Provinsi Bengkulu sekitar 6,12%, maka limbah (gizi buruk dan gizi buruk) sekitar 1,29 persen dan berat badan kurang (kurang dan sangat rendah) sekitar 2,76 persen.
“Kalau dilihat dari angka nasional 17 persen, provinsi Benkulu berada di bawah angka nasional,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Benkulu Hervan Anthony, Kamis di Benkulu.
Untuk angka keterbelakangan pertumbuhan di Kabupaten Mukomuko – 10,38 persen, Kabupaten Bengkulu Utara – 8,81 persen, Kabupaten Kepahiang – 7,96 persen.

Kemudian Kabupaten Bengkulu Tengah sebesar 7,57 persen, Kabupaten Kaur sebesar 6,62 persen, Kabupaten Regjang Lebong sebesar 6,15 persen, Kabupaten Selum sebesar 4,81 persen, Kabupaten Bengkulu Selatan sebesar 2,22 persen dan terendah di kota Bengkulu sebesar 1,14 persen.
setelah limbah Kabupaten Mukomuko 2,33 persen, Kabupaten Bengkulu Tengah 1,70 persen, Kabupaten Kepahiang 1,61 persen, Kabupaten Selum 1,59 persen.
Kemudian, Kabupaten Kaur 1,44 persen, Kabupaten Bengkulu Utara 1,30 persen, Kabupaten Rejang Lebong 1,03 persen, Kabupaten Bengkulu Selatan 0,76 persen, Kabupaten Lebong 0,62 persen, dan Kota Bengkulu 0,48 persen.
Mengenai wilayah berat badan kurang di Kabupaten Mukomuko 5,32 persen, Kabupaten Bengkulu Utara 3,65 persen, Kabupaten Selum 3,30 persen, Kabupaten Bengkulu Tengah 3,03 persen.
Kemudian Kabupaten Kepahiang 2,86%, Kabupaten Kaur 2,71%, Kabupaten Rejang Lebong 2,03%, Kabupaten Bengkulu Selatan 1,37%, Kabupaten Lebong 1,27% dan Kota Bengkulu 0,61%.
“Dari tiga wilayah tertinggi keterbelakangan pertumbuhan, kekurusan dan berat badan kurang Itu ada di Kabupaten Mukomuko, dan yang paling rendah ada di Kota Bengkulu,” ujarnya.
Oleh karena itu, Bappenas Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Menteri PPN/Bappenas No. 10 tahun 2021 tentang penetapan lokasi kabupaten/kota sebagai sasaran upaya penurunan stunting secara komprehensif pada tahun 2022.
Menerapkan program keturunan dipercepat keterbelakangan pertumbuhan di 10 kabupaten dan kota yang telah melaksanakan program nasional yaitu Kabupaten Kaur, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Selum.
“Untuk mewujudkan Bengkula tanpa jembalang pada 2030, kami mempersiapkan ibu hamil dan memperkuat 1000 hari ke depan, meningkatkan kualitas hidup dengan menyediakan air bersih dan sanitasi dasar untuk rumah tangga,” katanya.

Artikel sebelumyaAirNav Siapkan Rute Helikopter di Event WSBK Mandalika
Artikel berikutnyaIAIN Kendari Pamerkan Keanekaragaman Budaya Sulawesi Tenggara di PWN-PTK XV Sumsel