Beranda Warganet Karantina Paksa COVID-19 Babel Meningkat menjadi 6.520

Karantina Paksa COVID-19 Babel Meningkat menjadi 6.520

Hari ini ada 553 pasien baru COVID-19 atau lebih dari 519 yang sembuh.

Pangkalpinang (ANTARA) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung menyebutkan 553 pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang akan menjalani isolasi bertambah lagi menjadi 553, sehingga total pasien yang lolos karantina COVID-19 menjadi 6520. .

“Hari ini ada 553 pasien baru COVID-19 atau lebih dari 519 pasien sembuh,” kata Micron Antarixa, Sekretaris Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Babilonia di Pangkalpinang, Minggu.

Ia menjelaskan 553 pasien COVID-19 lainnya harus menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit, isolasi terpusat dan isolasi mandiri tersebar di seluruh kota Pangkalpinang 118, Kabupaten Bangka 93, Bangka Tengah 96, Bangka Barat 70, Bangka Selata 38, Belitung 56 dan Belitung Vostok 82 pers.

Sementara itu, 519 pasien dinyatakan sembuh dari COVID-19 di kota Pangkalpinang 124, Bangka 83, Bangka Tengah 122, Bangka Barat 52, Belitung 97 dan Belitug Timur 41 orang.

“Saat ini pasien Covid-19 di Bangk Selatan belum ada yang sembuh, sehingga jumlah pasien yang masih dirawat di RS, isothermal dan isomanic di daerah tersebut masih 831,” ujarnya.

Dikatakannya, dengan penambahan kasus baru ini, jumlah pasien COVID-19 yang masih dalam karantina sebanyak 6.520, tersebar di Kota Pangkalpinang 1735, Kabupaten Bangka 1052, Bangka Tengah 805, Bangka Barat 558, Bangka Selata 831, Belitung 803 dan Timur. Belitung 736. orang.

“Penambahan kasus baru tentu akan mempengaruhi ketersediaan ruang perawatan di rumah sakit yang semakin terbatas. Oleh karena itu, ada harapan agar pemerintah desa dan kecamatan membangun isolasi terpusat di daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Dalam menilai kasus COVID-19, kata dia, pemerintah daerah memberlakukan pengetatan tracing, di mana masyarakat yang tertangkap tanpa masker berkumpul dengan melanggar protokol kesehatan, dilakukan pemeriksaan antigen di tempat.

“Bersama TNI dan Polri, kami akan terus memperketat prosedur medis di tempat umum ini, dan yang melanggar akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” kata Mikron Antariksa.

Artikel sebelumyaPenyelesaian pelanggaran berat hak asasi manusia tidak disertai dengan langkah-langkah yang signifikan
Artikel berikutnyaBMKG: Waspadai cuaca ekstrem di beberapa wilayah pekan depan