Beranda News Kapolri Serukan Persatuan dalam Perangi Pandemi COVID-19

Kapolri Serukan Persatuan dalam Perangi Pandemi COVID-19

Tentu saja, ini adalah masalah umum dalam perang melawan pandemi COVID-19.

Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Paul Listio Sigit Prabowo saat melakukan kunjungan kerja sosialisasi Pusat Vaksinasi Mahasiswa Indonesia (SVMI) Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis, menyerukan persatuan dan pembersihan perpecahan. dalam perjuangan. terhadap pandemi COVID-19.

“Karena ini tugas kita bersama, tugas seluruh negara. Siapa yang bisa sembuh duluan dari kondisi COVID-19, lalu kembali menjalani kehidupan “normal baru”, yang tentunya menjadi tujuan kita bersama,” kata Sigit, dikutip dalam siaran pers dari bagian Humas.

Sinergi dan kerja sama seluruh elemen bangsa dalam memerangi dan memerangi COVID-19, serta dalam percepatan pembentukan imunitas masyarakat (herd immunity), menurut mantan Kapolres itu sangat diperlukan.

kekebalan kolektif dapat dicapai jika semua orang bersatu dan berinteraksi satu sama lain. Karena saat ini sudah menjadi keharusan seluruh elemen bangsa ini bersatu padu melawan COVID-19. Untuk sementara menjembatani perpecahan yang ada, bersatu melawan COVID-19 untuk segera bergerak menuju Indonesia naik yang tentunya menjadi harapan kita semua,” kata Sigit.

Untuk percepatan penerapan herd immunity, Polri bekerjasama dengan civitas akademika Universitas Indonesia, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Depok, bersama mahasiswa, relawan, tenaga medis dan BUMD melakukan SVMI di Olah Raga Universitas Indonesia. Fasilitas, Depok, Jawa Barat …

Sigit juga memuji kegiatan SVMI di Kampus UI sebagai wujud nyata terciptanya sinergi antarkelompok masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam memerangi pandemi COVID-19.

“Tentu ini menjadi tantangan bersama dalam memerangi pandemi COVID-19,” kata Sigit.

“Tentunya banyak program yang telah dilaksanakan oleh pemerintah untuk menekan laju penyebaran COVID-19 dan bagaimana langkah-langkah yang dapat dilakukan bersama untuk mencegah laju dan upaya pengobatan, pengobatan dan peningkatan kekebalan terhadap COVID-19. kata Sigit.

Mantan Kapolres Benteng mengatakan, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk menahan pertumbuhan COVID-19, mulai dari PSBB, PPKM, PPKM darurat hingga PPKM di level saat ini.

Meski demikian, kata Sigit, pemerintah tetap memperhatikan sektor ekonomi masyarakat untuk terus maju, melakukan penyesuaian kebijakan PPKM.

“Sektor ekonomi perlu diperhatikan agar tingkat PPKM juga lemah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan, ada tiga kunci utama dalam memerangi COVID-19, yakni kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang ketat. Misalnya, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari keramaian, dan membatasi mobilitas.

“Terkait surat menyurat ini tentunya perlu selalu diingatkan, karena ini adalah kunci utamanya. Prokes bisa bekerja, semua ini dilakukan agar orang tidak mudah tertular atau agar OTG positif tidak menulari orang lain,” ujarnya.

Poin kunci berikutnya adalah memperkuat “3T” (testing, tracing and treat), ini penting karena jika ditangani dengan benar, pencegahan dan pengobatan penularan bisa maksimal.

“Jika terlambat akan berdampak pada masyarakat yang tentu saja tidak akan ketahuan, kemudian pengolahannya akan lambat, sehingga berisiko memperburuk keadaan,” kata Sigit.

Untuk itu, Sigit juga mengingatkan masyarakat akan perlunya bekerja sama untuk membantu para pelacak memberikan informasi yang benar tentang riwayat atau kondisi mereka.

“Jadi itu juga membutuhkan kerjasama dari semua orang, petugas pelacakan dan pengujian berusaha maksimal, melakukan tugasnya, dan diharapkan masyarakat juga ikut berpartisipasi, terutama mereka yang memiliki riwayat kontak dekat yang ingin digali.pelacakan dan teruji,” kata Sigit.

Kunci terakhir adalah mempercepat program vaksinasi massal. Kegiatan ini membutuhkan kerjasama semua sektor masyarakat.

“Salah satu strategi yang harus diterapkan dengan baik untuk meningkatkan ketahanan terhadap serangan COVID-19 adalah vaksinasi. pihak terkait, orang-orang yang memiliki kesempatan untuk bergabung,” ujarnya.

Dalam acara ini, Kapolri juga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat untuk meringankan beban masyarakat yang ekonominya terdampak COVID-19.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Haris, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia, memuji upaya Kapolri yang secara aktif mendukung vaksinasi center di kampus UI.

“Kami berterima kasih dan mengucapkan terima kasih atas dukungan Kapolri yang bertemu hari ini dan sekaligus memberikan dukungan untuk memastikan ketersediaan vaksin dan dukungan dalam penyediaan kebutuhan pokok masyarakat,” kata Haris.

Haris meyakinkan seluruh ilmuwan UI siap mendukung semua program pemerintah untuk memerangi dan memerangi pandemi COVID-19.

“Kami tentu mendukung program negara agar bisa melakukan vaksinasi rutin 2 juta sehari. Kami sendiri memiliki tujuan – untuk menyediakan populasi dengan setidaknya dua ribu vaksin sehari. Kita bisa dengan cepat melakukan upaya untuk membangun “herd immunity” bagi masyarakat,” ujarnya.

Artikel sebelumyaPolisi menuntut untuk menutup pusat perbelanjaan di Bandung jika seseorang melanggar aturan
Artikel berikutnyaKementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Aceh menawarkan 4.945 narapidana untuk dibebaskan dari hukuman.