Beranda Hukum Kapolri Serukan Optimalisasi Pemanfaatan Isothermal di Kalbar

Kapolri Serukan Optimalisasi Pemanfaatan Isothermal di Kalbar

Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Paul Listio Sigit dalam pertemuan dengan Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalbar, Rabu, menyerukan optimalisasi penggunaan fasilitas isolasi terpusat (isoterm) untuk penanganan COVID-19. pasien dengan gejala tertentu.

Dalam keterangan tertulis dari Humas Polri yang diterima di Jakarta, Rabu, Kapolri meminta Vorkopimda Kalbar melakukan pendekatan tradisional dengan mengajak masyarakat yang terpapar COVID-19 untuk menjalani isolasi di bangsal isolasi.

“Penjelasan yang bagus: mengubah adat setempat dapat membawa kedamaian bagi masyarakat ketika mereka diundang ke isoterm,” kata Sigit.

Pemanfaatan isoterm di Kalbar perlu dioptimalkan mengingat rendahnya pemanfaatan fasilitas yang diberikan pemerintah untuk memerangi pandemi COVID-19, kata jenderal bintang empat itu.

Sigit menekankan bahwa orang yang dikarantina di bangsal isolasi memiliki peluang pemulihan lebih tinggi daripada isolasi mandiri di rumah.

“Karena isotermnya dilengkapi dengan fasilitas yang lebih memadai dan berada di bawah pengawasan langsung tenaga medis,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Sigit dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tiajanto memberikan arahan tentang penanganan COVID-19 di Kalbar.

Sigit menekankan, strategi COVID-19 Kalbar harus diperkuat melalui protokol disiplin dan penguatan implementasi 3T (tracking, testing and treatment).

“Termasuk percepatan program vaksinasi massal,” jelasnya.

Sigit menjelaskan, penguatan strategi penanggulangan COVID-19 akan dibarengi dengan pelemahan aktivitas masyarakat pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), menurut penilaian Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Pelemahan tersebut, kata Sigit, akan menghidupkan kembali roda perekonomian masyarakat yang sempat terpukul keras akibat pandemi COVID-19.

Saat ini, menurut Sigit, ekonomi Indonesia sudah mulai tumbuh sebesar 7,07 persen. Sementara itu, perekonomian Kalbar mulai tumbuh sebesar 10,81 persen.

Untuk itu, lanjutnya, pelemahan aktivitas masyarakat harus dibarengi dengan strategi pengendalian COVID-19 dan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Ketika kasus COVID-19 dapat dikendalikan, maka otomatis daerah tersebut akan melemah dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali menjadi lebih baik. Tentunya ini menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, baik pusat maupun daerah, serta seluruh masyarakat,” kata Sigit.

Sigit juga menyinggung tentang aplikasi PeduliLindung yang sudah di-deploy di sejumlah lokasi pengabdian masyarakat.

Pemanfaatan teknologi di tengah pandemi COVID-19 menjadi keniscayaan yang harus diseimbangkan masyarakat agar dapat beradaptasi dengan tatanan normal baru dan hidup berdampingan dengan COVID-19.

“Berbagai fungsi tersebut berperan penting dalam mendukung upaya pemerintah untuk memantau kesehatan dan mendorong gaya hidup baru,” kata Sigit.

Di akhir pengarahannya, Sigit mengingatkan Forkopimda Kalbar untuk terus menyalurkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah kepada masyarakat yang ekonominya paling terpukul akibat pandemi COVID-19. Termasuk penyerapan anggaran pemerintah daerah harus maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.

Artikel sebelumyaKronologi Kebakaran Lapas Tangerang dan Fakta
Artikel berikutnyaKapolri Serukan Percepatan Distribusi Vaksin Untuk Kalbar