Beranda Hukum Kapolri minta optimalkan pos pemeriksaan kabupaten/kota di Babel

Kapolri minta optimalkan pos pemeriksaan kabupaten/kota di Babel

Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Paul Listio Sigit Prabowo meminta optimalisasi posko di kabupaten dan kota Bangka Belitung untuk menekan peningkatan kasus positif COVID-19 di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan dengan Panglima TNI Hadi Tiajanto dan Forum Koordinasi Daerah Pimpinan Provinsi Bangka Belitung untuk Mengkaji Penanganan dan Pengendalian COVID-19 pada Sabtu, Sigit mengatakan jumlah konfirmasi positif COVID-19 meningkat. di Bangka Belitung dalam sebulan terakhir.

Pasalnya, kata dia, mobilitas masyarakat lintas sektor masih tinggi setelah pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) dianggap selesai, sehingga tidak ada lagi pemekaran di dalam atau antar kota dan provinsi.

“Ini telah menyebabkan peningkatan mobilitas orang ke dan dari Babel selama sebulan terakhir. Padahal masih ada jenjang PPKM untuk kebijakan selanjutnya,” kata Sigit.

Untuk itu, Sigit meminta agar posko-posko di perbatasan kabupaten dan kota dioptimalisasikan kembali kemudian turun antar wilayah dan provinsi.

Tidak hanya itu, lanjut Sigit, Forkopimda Babel juga membutuhkan peningkatan jumlah operasi pengadilan di tempat-tempat ramai dan pusat-pusat ekonomi, yang saat ini sedang dilonggarkan karena kebijakan penyesuaian PPKM Level 4.

“Ini untuk mengurangi potensi mobilitas penularan,” katanya.

Dalam arahan selanjutnya, mantan Kapolres Banten itu menuntut penerapan protokol kesehatan dilakukan secara masif, seperti kebijakan PPKM yang saat ini sedang dijalankan.

Upaya tersebut, kata dia, merupakan upaya memerangi pandemi COVID-19 sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Saat ini pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia tumbuh 7,07 persen, dan di Provinsi Bangka Belitung tumbuh 6,85 persen, katanya.

“Modal intinya adalah penekanan kasus COVID-19 melalui strategi pengendalian yang fokus pada keseimbangan antara isolasi (pengurangan mobilitas) dan pelemahan, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” kata Sigit.

Mantan Kabareskrim itu juga meminta Forkompida Babel untuk aktif menginformasikan kepada masyarakat tentang isolasi mandiri di Rumah Tahanan Pusat (Isoter) yang disiapkan pemerintah. Langkah ini penting karena akan mempercepat proses pemulihan pasien COVID-19 dengan gejala tertentu.

“Isoterm yang terlatih harus memiliki staf medis yang memadai dan pengawasan perawatan yang lebih baik daripada isolasi mandiri. Ini harus diterapkan sedemikian rupa sehingga orang yang menerima perawatan benar-benar dapat pulih dan risiko penularan melalui isolasi diri yang tidak terdeteksi dapat dihindari,” dia berharap.

Dalam pertemuan itu, jenderal bintang empat itu juga memastikan ketersediaan oksigen dan obat-obatan untuk memerangi COVID-19 di Provinsi Bangka Belitung, seiring Kapolri dan Panglima TNI menyampaikan permintaan kepada pemerintah pusat untuk menambah pasokan.

“Terkait juga dengan bantuan sosial dari pusat, daerah dan TNI-Polri, juga perlu benar-benar menjangkau masyarakat yang terkena dampak agar semuanya berjalan dengan baik dalam memerangi pandemi ini,” kata Sigit.

Artikel sebelumyaPara ahli berharap pidato presiden menyoroti manfaat hukum bagi masyarakat
Artikel berikutnyaPara ahli mengatakan Anda memerlukan aplikasi perlindungan data khusus saat memasuki mal.