Beranda Hukum Kapolri menggunakan kearifan lokal untuk mengajak warga Isoter Papua.

Kapolri menggunakan kearifan lokal untuk mengajak warga Isoter Papua.

Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Paul Listio Sigit Prabowo meminta Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Papua Barat melakukan pendekatan lokal dengan mengundang masyarakat yang terpapar COVID-19 dengan gejala tertentu untuk diisolasi di rumah sakit. isolator terpusat (isoterm).

Dalam pertemuan dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tiajanto dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Barat, Sabtu, Sigit mengatakan isolasi atau karantina di bangsal isolasi dapat mempercepat proses pemulihan sehingga penanganan pandemi COVID-19 lebih cepat. di bawah kendali.

“Upaya memindahkan isolasi mandiri ke isoterm harus dilakukan secara optimal dengan bantuan pemerintah daerah (pemda), tokoh masyarakat, tokoh adat. Dan ini perlu dijelaskan dengan baik, menyesuaikan dengan adat setempat yang dapat memberikan kedamaian bagi masyarakat. orang-orang diundang ke isoterm, ”kata Sigita seperti dikutip dalam pernyataan tertulis oleh departemen hubungan masyarakat polisi.

Jenderal bintang empat itu menyebutkan ada 411 kasus di Papua Barat atau sekitar 82 persen kasus aktif. Ada 13 kamar isotermal dengan 855 tempat tidur. Dari jumlah tersebut, baru 19 tempat tidur yang terpakai, sisanya 836 masih kosong. Kebanyakan orang mengisolasi diri di rumah mereka.

Perlu sosialisasi dan edukasi massal kepada masyarakat agar mau menjalani karantina atau isolasi di bangsal isolasi, kata Sigit. Selain itu, fasilitas isotermal saat ini memadai dan di bawah pengawasan penuh profesional medis.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri ini optimistis melalui sosialisasi dan pelatihan massal, serta pendekatan kearifan lokal, ia dapat mengubah paradigma masyarakat untuk menjalani isolasi di ruang isolasi karena tingkat kesembuhannya tinggi. Selama isolasi, pasien akan hidup terpisah dari anggota keluarga, sehingga meminimalkan penularan virus.

“Masih lebih baik diisolasi atau dikarantina di bangsal isolasi karena berada di bawah pengawasan tenaga medis,” kata Sigit.

Pada saat yang sama, Sigit mendesak Forkopimda Mimika untuk melakukan strategi tes COVID-19, yaitu protokol kesehatan yang ketat dan penguatan 3T. (Pelacakan, pengujian, dan perawatan) dan percepatan program vaksinasi massal.

Sigit berharap Forkopimda dan masyarakat bersinergi mendukung tren penurunan virus SARS-CoV-2. Karena dari 34 provinsi di Indonesia, Papua Barat menjadi wilayah dengan jumlah kasus aktif terendah secara nasional.

Sigit mengatakan mempertahankan tren positif ini akan mempengaruhi konsesi masyarakat. Jika kesehatan masyarakat terjamin, roda perekonomian akan berjalan seperti biasa, dengan tetap menjaga kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Ketika kasus COVID-19 di Papua Barat bisa dikendalikan, otomatis daerah tersebut mendapat mitigasi dan aktivitas ekonomi masyarakat bisa kembali lebih baik,” kata Sigit.

Sigit menegaskan, penanggulangan COVID-19 merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, baik pusat maupun daerah, serta seluruh masyarakat. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 36 dan 37 Tahun 2021, manfaat diperluas di sektor pendidikan, sektor menengah, restoran, pusat perbelanjaan, resepsi pernikahan, fasilitas umum dan seni budaya. kegiatan.

Menurut Presiden Joko Widodo (Djokovi), Sigit berulang kali mengingatkan bahwa percepatan vaksinasi merupakan salah satu langkah untuk memerangi dan memerangi COVID-19 di Papua Barat.

Untuk mempercepat vaksinasi, Sigit berharap prajurit TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dapat mensosialisasikan dan menjangkau masyarakat tentang pentingnya suntik vaksin. Kemudian ambil bola dan vaksinasi sekolah, gereja dan desa.

“Bersosialisasi dengan tokoh adat, tokoh agama, jemaat gereja tentang lokasi atau lokasi vaksinasi yang tersedia. Strategi vaksinasi agar masyarakat mengetahui kegiatan vaksinasi yang perlu dipercepat. Berkreasilah dengan strategi vaksinasi. seluler atau dari pintu ke pintu, vaksinasi massal di sekolah dan gereja, vaksinasi massal di rumah adat/kepala desa, vaksinasi batu,” kata Sigit.

Artikel sebelumyaDanau Tempe membanjiri puluhan wilayah terdampak banjir di Sulawesi Selatan
Artikel berikutnyaDinas Imigrasi Bali mendeportasi warga AS karena terlibat dalam kasus pidana