Beranda Hukum Kapolri menegaskan ada sanksi di Ligue 1 bagi pelanggar hukum.

Kapolri menegaskan ada sanksi di Ligue 1 bagi pelanggar hukum.

Jika ini dilanggar, klub akan diberi sanksi.

Jakarta (ANTARA) – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Capolri) Jenderal Paul Listio Sigit Prabovo menegaskan klub sepak bola akan dikenakan sanksi jika melanggar protokol kesehatan pada kompetisi Liga 1 2021-2022 yang dijadwalkan 27 Agustus mendatang.

“Saya berharap protokol kesehatan benar-benar diterapkan, sehingga tidak mengganggu klub, karena ada kesepakatan. Jika dilanggar, klub akan diberi sanksi,” kata Sigit dalam Konferensi Perizinan Kompetisi Liga 1 di Gedung Rupatam, Mabes Polri, Jakarta, Senin.

Sigit mengatakan sanksi tersebut diberikan secara bertahap, mulai dari keterangan saksi administratif hingga klub diperbolehkan mengikuti pertandingan.

Jenderal Sigit menjelaskan, menjalankan kompetisi Ligue 1 dengan protokol kesehatan ketat yang harus dipatuhi pemain dan ofisial.

Beberapa syarat harus dipenuhi, yakni pemain dan ofisial yang sudah divaksinasi dosis kedua harus menjalani tes. Reaksi berantai polimerase (PCR) sehari sebelum pertandingan untuk mengonfirmasi bahwa baik pemain dan ofisial negatif COVID-19.

“Jumlah pejabat dan pendukung terbatas, begitu aktif akan dilakukan PCR atau swab antigen kembali,” kata Sigit.

Tidak hanya aplikasi PeduliLindung yang akan dipasang untuk memastikan penerapan protokol kesehatan yang ketat, kata Sigit lagi, sehingga akan dilakukan double check.

Sigit tidak ingin kompetisi Ligue 1 menjadi sumber penularan COVID-19 yang dapat menghambat upaya pemerintah memerangi pandemi.

“Persyaratan ini sudah menjadi kesepakatan yang harus dipatuhi karena kami tetap menjaga agar laju pertumbuhan Covid-19 memang bisa diminimalisir,” ujarnya.

Sigit berharap klub sepak bola, pemain, ofisial dan penyelenggara kompetisi Ligue 1 memahami bahwa pelemahan aktivitas olahraga selama periode PPKM dijaga dengan penerapan protokol kesehatan, sehingga laju pertumbuhan COVID-19 tetap terkendali, sehingga kegiatan ekonomi umat gerakan dapat berjalan.

“Yang jelas bantuan ini diberikan agar masyarakat dapat melakukan aktivitasnya, sehingga semuanya bisa berjalan seperti biasa, karena laju pertumbuhan COVID-19 terkendala, di sisi lain, kegiatan di bidang ekonomi, olahraga dan bidang lainnya. santai pelan-pelan,” kata Sigit.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zaynudin Amali mengatakan pementasan Ligue 1 berbeda dengan turnamen pramusim sebelumnya karena tidak ada varian baru COVID-19 (Delta-red), sehingga perlu kehati-hatian dari sisi penerapan protokol kesehatan. dan tempat pertandingan yang fleksibel.

“Jika ada dalam pertandingan normal”pulang”, kompetisi ini, tentu saja, tidak seperti itu. Nantinya, polisi juga akan memastikan protokol kesehatan dipatuhi semaksimal mungkin,” kata Amali.

Liga 1 Indonesia Musim 2021-2022 Rencananya akan digelar pada 27 Agustus 2021 hingga Maret 2022. Kompetisi akan digelar dalam enam seri dengan pertandingan di tiga cluster di kawasan pulau Jawa.

Format Liga 1 2021-2022 Tidak berubah dari rencana semula, yang digelar dalam enam seri dengan pertandingan di tiga cluster di sekitar pulau Jawa.

Klaster pertama meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Klaster kedua adalah Jawa Tengah dan District of Columbia Yogyakarta, disusul klaster ketiga Jawa Timur.

Setelah Ligue 1 ditentukan, PSSI dan LIB akan meluncurkan Ligue 2. Namun waktu pelaksanaan dan teknis pelaksanaannya akan dikonfirmasi kemudian.

Artikel sebelumyaKominfo mencatat 250 tempat umum telah mengadopsi aplikasi PeduliLindung.
Artikel berikutnyaTanakh Datar memiliki sekitar 10 ribu hafiz.