Beranda Hukum Kapolri memastikan pengamanan optimal selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kapolri memastikan pengamanan optimal selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Paul Listio Sigit Prabowo memastikan akan memberikan pelayanan setinggi-tingginya dan pengamanan yang optimal sepanjang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

“Kesempatan ini juga kami manfaatkan untuk memastikan pelayanan dan keamanan yang optimal,” kata Sigit.

Hal itu disampaikan Sigit saat meninjau langsung pelaksanaan protokol kesehatan (procs) selama Misa Natal di Gereja Katedral, Jakarta, bersama Ketua DPR RI Puan Maharani dan Panglima TNI Jenderal Andika. Perkasa, Jumat.

Selain penegakan protokol kesehatan di Gereja Katedral, Kapolri beserta rombongan juga melakukan pemeriksaan di Gereja GPIB Paulus Jakarta, memastikan aplikasi PeduliLindung berjalan dan kemampuan jemaah untuk beribadah secara offline.

Dalam acara tersebut, Sigit menegaskan, jajaran TNI-Polri dan pihak terkait lainnya akan terus bersinergi untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang sedang menjalani ibadah Natal dan merayakan tahun baru.

“Tentunya didukung oleh Panglima dan seluruh jajaran TNI untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan Natal dan yang akan berlanjut hingga Tahun Baru benar-benar berjalan dengan lancar dan sukses,” ujar mantan Kapolres Banten itu.

Dalam kesempatan ini, Sigit juga sempat berdialog langsung dengan perwakilan gereja terkait penetapan protokol kesehatan bagi umat yang hadir secara langsung.

Usai perbincangan, Sigit juga mengikuti program kesehatan, mencuci tangan sebelum masuk ke dua gereja yang ia hadiri sebagai pelatihan bagi umat paroki untuk mengikuti protokol kesehatan.

Sigit berharap warga gereja mematuhi aturan kesehatan selama beribadah, termasuk memahami aturan aksesibilitas tempat ibadah dan mengimplementasikan aplikasi PeduliLindung.

“Sesuai aturan, saat ini dilakukan dengan beban 50 persen, dan sisanya dilakukan secara virtual,” kata mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri itu.

Sigit menjelaskan, intensifikasi perawatan kesehatan sebagai upaya mengantisipasi lonjakan kasus aktif virus corona SAR-CoV-2 setelah periode Natal dan Tahun Baru. Sementara itu, jumlah kasus COVID-19 meningkat dalam setahun terakhir.

Sigit mengatakan, pengalaman tahun lalu dijadikan pelajaran dan penilaian agar hal yang sama tidak terulang lagi. Dengan demikian, tren positif dalam perang melawan COVID-19 yang saat ini membaik, dapat berlanjut bahkan setelah Natal dan Tahun Baru.

“Ini masih bisa kita dukung karena pengalaman natal dan tahun baru kemarin berlipat ganda dan terus bertambah saat menjelang Idul Fitri. Tentu ini menjadi pelajaran bagi kita semua, meski angka COVID-19 kita saat ini sedang bagus, kata Sigit.

Sigit juga berharap dengan penanganan dan pengendalian COVID-19 yang terus dilakukan secara optimal, tidak akan terjadi lonjakan akhir hingga awal 2022.

Oleh karena itu, ia menekankan, semua pihak tidak boleh lalai dan gegabah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Terlebih lagi, 160 negara saat ini menghadapi varian baru COVID-19, Omicron. Di Indonesia sendiri, menurut Kementerian Kesehatan, kasus Omicron terdeteksi.

“Kami dapat mendukung semua yang telah kami capai. Apalagi sekarang kita tahu bahwa versi baru sedang dikembangkan di hampir 160 negara, dan delapan sudah masuk ke Indonesia, ”kenang Sigit.

Untuk itu, Sigit menegaskan bahwa masyarakat Indonesia harus tetap ketat mematuhi protokol kesehatan untuk mengendalikan COVID-19 dan mencegah penyebaran varian Omicron.

“Kami berterima kasih atas implementasi yang ada. Sehingga proses perayaan Natal bisa tetap berjalan meski dengan prosedur yang ketat,” pungkas Sigit.

Artikel sebelumya61 bidang tanah di kampus UIII berhasil dikosongkan tanpa kendala
Artikel berikutnyaDPR MP: Jangan Pernah Anggap DPR Tidak Berguna