Beranda Hukum Kapolri dan Mentan Sepakat Perkuat Ketahanan Pangan Indonesia

Kapolri dan Mentan Sepakat Perkuat Ketahanan Pangan Indonesia

Kementerian Pertanian tidak bisa sendiri, harus bersinergi dengan unsur-unsur yang ada.

Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Paul. Listio Sigit Prabowo dan Menteri Pertanian Syahrul Yassin Limpo pada Selasa menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat ketahanan pangan guna memenuhi kebutuhan pangan warga Indonesia dan meningkatkan ekspor pertanian.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokovi), Menteri Pertanian Syarul Yassin Limpo mengatakan Kementerian Pertanian menghadapi tantangan strategis yang harus dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan pangan 273 juta penduduk Indonesia.

“Dalam hal ini Kementerian Pertanian tidak bisa sendiri, harus bersinergi dengan unsur-unsur yang ada (Polri, red.),” kata Syahrul usai nota kesepahaman di Gedung Rupatam Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa. .

Syahrul memuji perhatian Kapolri Jenderal Paul. Listio Sigit Prabovo yang sangat peduli dengan ketahanan pangan.

Syahrul mengatakan Polri mengawasi program pertanian mulai dari budidaya di seluruh wilayah Indonesia, proses pasca panen hingga keamanan tanaman.

“Setelah panen, bagaimana memastikan hasilnya dan sekaligus berusaha mendistribusikan dan lain-lain, semuanya akan berjalan dengan baik,” kata Syahrul.

Mantan Gubernur Sulsel itu merujuk kesepakatan tersebut dalam nota kesepahaman, termasuk dukungan kepada Polri dalam merespon peningkatan ekspor pertanian, khususnya komoditas ekspor yang diminati di seluruh dunia.

“Kapolri selalu melihat ini, dan bersinergi selalu di lapangan,” kata Syahrul.

Tidak hanya itu, MOU tersebut juga mencakup pengawalan maksimal polisi di wilayah perbatasan Indonesia agar kegiatan sektor pertanian berjalan sesuai dengan rencana Kementerian Pertanian.

“Kami berharap polisi memastikan pengamanan maksimal agar semua panen dilakukan sesuai dengan rencana Kementerian Pertanian,” kata Syahrul.

Dia melanjutkan: “Ini saja yang diminta presiden, bukan besok, bukan lusa, hari ini semuanya harus dilakukan lebih optimal untuk meningkatkan ketahanan pangan kita,” katanya.

Kapolri Jenderal Paul. Listio Sigit Prabovo mengatakan, Nota Kesepahaman ini dirancang untuk mendorong dan mempercepat program-program Kementerian Pertanian agar dapat berjalan dengan hasil yang optimal.

“Seperti yang dikatakan Menteri, ada 270 juta orang di Indonesia, yang tentu saja harus dipenuhi setiap hari karena masalah kebutuhan pangan, dan ini menjadi perhatian kita bagaimana mendorong pertumbuhan produktivitas pertanian dari hari ke hari,” kata Sigit. …

Artikulli paraprakPeneliti: Paludikultur bisa jadi solusi pemanfaatan gambut berkelanjutan.
Artikulli tjetërPeneliti BRIN: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir – Solusi Pemanasan Global