Beranda Warganet Jumlah terinfeksi COVID-19 di Sulawesi Barat bertambah 89 orang

Jumlah terinfeksi COVID-19 di Sulawesi Barat bertambah 89 orang

Berkurang dibandingkan hari sebelumnya dan mencapai ratusan orang.

Mamuju (ANTARA) – Jumlah orang terinfeksi COVID-19 di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bertambah 89 orang, sehingga total orang terinfeksi di Sulawesi Barat menjadi 10.934.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, jumlah pasien positif Covid-19 di Sulawesi Barat bertambah 89 orang, jumlah tersebut menurun dibandingkan hari sebelumnya dan mencapai ratusan orang, kata juru bicara Sulawesi Barat. Paksa, Safaruddin Sunushi, ke Mamuju, Jumat.

Ia mengatakan, penambahan pasien positif Covid-19 di Sulbar tersebut terutama berasal dari Kabupaten Polewali Mandar, 41 orang, Mamuju Tengah 19, Majene 12, Mamuju 10, dan Mamasa tujuh.

Meski ada penambahan pasien positif, kata dia, jumlah pasien sembuh bertambah 108 orang sehingga total pasien sembuh COVID-19 di Sulawesi Barat menjadi 9.054.

Pasien sembuh di Sulbar terdiri dari Kabupaten Mamuju 38 orang, Polewali Mandara 26 orang, Pasangkayu 25 orang, Majene 10 orang, Mamas enam orang, dan Mamuju Tengah tiga orang, katanya.

Sementara itu, empat orang meninggal dunia akibat COVID-19 di Sulawesi Barat dari Wilayah Mamuju, sehingga total pasien meninggal dunia menjadi 246 orang.

Tambahan dua pasien masing-masing meninggal di Kabupaten Mamuju Tengah, Polewali Mandara dan Pasangkayu.

Ia menambahkan, pasien yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 1.555 orang, terdiri dari 169 orang di Regensi Mamasa, 552 orang di Polewali Mandara, 103 orang di Majen, 393 orang di Mamuju, 172 orang di Mamuju Tengah, dan 166 orang di Pasangkai.

Sedangkan pasien yang dirawat di rumah sakit di sejumlah kabupaten di Sulbar, sebanyak 79 orang. Diantaranya 10 dari Kabupaten Mamas, 35 dari Polewali Mandara, 10 dari Majene di Mamuju, tiga dari Mamuju Tengah dan delapan dari Pasangkayu.

Ia berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan agar Mamuju tidak ditingkatkan menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, mengingat saat ini masih berada di PPKM Level 3.

Artikel sebelumyaPolisi mengonfirmasi bahwa mereka siap mendukung penyelenggaraan Ligue 1
Artikel berikutnyaWali Kota Medan mengatakan, setiap hari ribuan warga menjalani rapid tes antigen.