Beranda Hukum Jaksa mengungkapkan dugaan korupsi di Rs 25bn Jatim Bank

Jaksa mengungkapkan dugaan korupsi di Rs 25bn Jatim Bank

Surabaya (ANTARA) – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati) membuka kasus dugaan korupsi di PT Bank Jatim Syariah cabang Sidoarjo senilai Rp 25 miliar.

Fatur Rohman, Kepala Bagian Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jatim, Rabu malam mengatakan, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bank Jatim.

“Masing-masing tersangka adalah Yunivati ​​Kuswandari (60 tahun), warga Desa Sepande, Sidoarjo, dan Ario Ardianza (38 tahun), warga Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Kami langsung menahannya malam ini,” demikian keterangan tertulis di Surabaya. , Rabu.

Tersangka Uniwati merupakan pengelola kantin di PT Astra Sedaya Finance Surabaya I. Namun, sebelumnya pernah terdaftar sebagai finance and banking officer di PT Astra Sedaya Finance Surabaya I sejak tahun 1993 hingga pensiun pada tahun 2016.

Sedangkan tersangka Ario Ardianza bekerja sebagai analis keuangan di Bank Syariah Sidoarjo Cabang Jatim.

Penyidik ​​Kejaksaan Jatim menetapkan tersangka Uniwati mengajukan permohonan pembiayaan multiguna di PT Bank Jatim Syariah Cabang Sidoarjo dengan menggunakan nama PT Astra Sedaya Finance Surabaya I.

Persyaratan pendanaan disediakan oleh Univati ​​dengan meminta fotokopi Tanda Pengenal (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan tanda pengenal karyawan yang melamar.

Sejumlah dokumen sebagai persyaratan kelengkapan permohonan pendanaan, antara lain slip gaji dan surat rekomendasi, telah diterima tersangka Uniwati melalui Hendrik, Branch Manager PT Astra Sedaya Finance Surabaya I.

Fatur membenarkan bahwa Kepala Cabang PT Astra Sedaya Finance, Surabaya Hendrik, telah ditetapkan sebagai tersangka buronan (DPO) atau buronan.

“Dokumen pengisian aplikasi pembiayaan, seperti rekening gaji Bank Permata, surat pengangkatan pegawai PT Astra Sedaya Finance Surabaya I, tidak benar. Semuanya diduga dipalsukan,” katanya.

Beberapa tanda tangan pemohon pendanaan juga tidak ditandatangani oleh pegawai yang bersangkutan, bahkan ada nomor KTP pegawai yang tertera pada permohonan pendanaan yang tidak terdaftar di sistem data PT Astra Sedaya Finance Surabaya I.

Menurut Fathur, proses pembiayaan multiguna bagi karyawan PT Astra Sedaya Finance Surabaya I tidak sesuai dengan ketentuan pembiayaan yang diatur dalam pedoman pembiayaan Bank Jatim.

“Tersangka Ario Ardianza tidak memenuhi tugasnya sebagai analis di PT Bank Jatim Syariah Cabang Sidoarjo. Pencairan pinjaman tanpa mengikuti prosedur ini mengakibatkan pinjaman macet dengan luar biasa per 31 Agustus 2021 sebesar Rp25.573.332.149,00 atau Rp25 miliar lebih,” ujarnya.

Ini merupakan kasus korupsi kedua di Bank Jatim dengan rezim kredit palsu yang ditangani Kejaksaan Agung Jawa Timur dalam setahun terakhir.

Sebelumnya, Kejaksaan Jatim mengungkap kasus korupsi kredit fiktif di Bank Jatim Kepanjen Cabang Kabupaten Malang, yang menurut Juru Bicara Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur, menelan biaya negara Rp 170 miliar.

Dalam kasus ini, kejaksaan Jawa Timur telah menetapkan enam tersangka. Beberapa tersangka saat ini sedang menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Artikel sebelumyaAhli Energi: Penghapusan Pertalite Premium dan di Tempat
Artikel berikutnyaKepala Kemendagri meminta daerah menyiapkan skenario penghitungan vaksinasi ulang