Beranda Nusantara Indonesia luncurkan inisiatif restorasi mangrove di forum G20

Indonesia luncurkan inisiatif restorasi mangrove di forum G20

Indonesia mendorong dan mendukung setiap inisiatif untuk mengurangi degradasi lahan dan merestorasi mangrove.

Jakarta (ANTARA) – Indonesia mendorong dan mendukung setiap inisiatif pengurangan degradasi lahan dan pemulihan ekosistem mangrove di forum G20 melalui langkah-langkah konkrit seperti yang telah dilakukan di tanah air.

Dirjen Otoritas Daerah Aliran Sungai dan Restorasi Hutan (PDASRH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daya Murtiningsih mengatakan hal itu saat berbicara di acara sampingan Forum Anggota Parlemen Lingkungan dan Kelompok Kerja Keberlanjutan Iklim (EDM-CSWG) G20 di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, Presidensi G20 Indonesia menyoroti langkah-langkah konkrit yang diambil oleh negara-negara anggota G20 untuk mendukung inisiatif global untuk secara aktif mempromosikan pencegahan dan pengurangan degradasi lahan.

“Indonesia mendorong dan mendukung semua inisiatif yang bertujuan untuk mengurangi degradasi lahan dan memulihkan mangrove,” kata Daya dalam sebuah pernyataan. toko terkait dengan degradasi lahan dan restorasi mangrove.

Dijelaskannya, Indonesia telah mengambil langkah konkrit untuk merestorasi mangrove di lahan seluas 600.000 hektar yang salah satunya dilakukan oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) untuk mendorong kerja sama antar pemangku kepentingan.

Untuk mendukung restorasi mangrove, Indonesia akan membangun dan telah membangun 30 pembibitan besar untuk mendukung upaya pemulihan ekosistem lahan dan hutan. Sudah beroperasi pembibitan Rumpin Modern di Jawa Barat.

Daya juga menjelaskan bahwa langkah penting restorasi hutan dan lahan telah dilakukan dengan partisipasi berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat lokal, serta melalui kerjasama internasional di 108 catchment area, 15 danau prioritas, 65 waduk, 100 mata air, kabupaten, rawan bencana alam. . kebakaran, hutan dan lahan kritis yang tersebar di 34 provinsi.

“Pelaksanaan program restorasi mangrove juga bisa berjalan beriringan dengan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Deputi Pemberdayaan Masyarakat BRGM Gatot Soebiantoro menekankan pentingnya peran serta dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan untuk restorasi mangrove.

“Termasuk masyarakat internasional, pemerintah pusat, pemerintah daerah, ilmuwan, LSM dan masyarakat lokal, ada kebutuhan mendesak untuk mendukung restorasi mangrove Indonesia sebagai bagian dari upaya untuk mencapai tujuan NDC,” katanya.

Artikulli paraprakBangun energi hijau, Indocement siap kerjasama dengan PLN
Artikulli tjetërBRGM: Indonesia tunjukkan komitmen besar restorasi mangrove