Beranda News Ibas salurkan BPUM untuk mendukung UMKM bergerak maju di masa pandemi

Ibas salurkan BPUM untuk mendukung UMKM bergerak maju di masa pandemi

Jakarta (ANTARA) – Anggota DPR/MPR Edhi Baskoro Yudhoyono telah mengedarkan Program Pengendalian Manufaktur Mikro (BPUM) Banpres sebagai dukungan agar usaha kecil, mikro, dan menengah tetap dapat berkembang di masa pandemi.

Edhi Baskoro Yudhoyono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil pengawasan Ibas sebagai anggota DPR RI di bawah program Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenkopUKM).

Bantuan ini merupakan program lanjutan dalam beberapa tahun terakhir berupa uang tunai sebesar Rp1,2 juta yang disalurkan melalui Bank BRI.

Bagi sebagian besar peserta IHR, pandemi semakin memperumit perekonomian. Tingkat permintaan cenderung menurun, bahan baku sulit didapat, distribusi melambat, dll.

Kesulitan ini semakin menyesakkan karena modal usaha semakin menipis, tetapi pandemi belum berakhir. Akibatnya, banyak UMKM yang tutup sementara atau bahkan berhenti beroperasi.

Edi Baskoro Yudhoyono memahami tantangan yang dihadapi usaha kecil dan menengah. Menurutnya, UMKM merupakan salah satu kunci pemulihan perekonomian nasional.

Pasalnya, meski tergolong “kecil”, jumlah UMKM mencapai jutaan unit dan tersebar di pelosok Indonesia serta mampu menopang perekonomian negara.

Ibas menyampaikan keprihatinannya terhadap keadaan IHR di tengah pandemi, terutama di tengah pelaksanaan PPKM saat ini.

“Wilayah kita masih belum sepenuhnya terlindungi dari zona merah, mungkin masih zona oranye. Mereka masih belum bisa menjual secara bebas, masih belum bisa bebas menerima pembeli, masih sedikit orang yang membeli, yaitu pendapatannya masih kecil.” dia berkata.

Praktis pada 28 Agustus 2021, Ibas memberikan bantuan kepada 1.196 usaha mikro yang berada di 5 kabupaten di daerah pemilihan 7 Jawa Timur, Pasitan, Maghetan, Trengalek, Ponorogo dan Ngawi.

Jenis UKM yang menerima bantuan beragam. Kedua UKM tersebut menawarkan jasa, warung nasi, sembako, gerabah, keripik singkong, penanam sayur, penata rambut, bengkel las dan banyak lagi.

Ibas berharap dengan BPUM, UMKM bisa berkembang. BPUM jelas penting bagi usaha mikro untuk terus bertahan, eksis dan tumbuh produktif di masa depan, ujarnya.

“Saya berharap bisa terus berjuang dan membantu UMKM yang saat ini menghadapi kendala. Baik itu proses pendaftaran maupun pemberian bantuan, karena diperlukan verifikasi lebih lanjut terhadap kuota KemenkopUKM. Saya doakan semuanya laris, sejahtera, lebih untung, maju, dan melalui usaha saya sendiri,” kata Ibas.

Untuk bantuan yang disalurkan, Ibas mengatakan, bantuan yang diberikan hanya separuh untuk UMKM. Total bantuan yang ditawarkan adalah 2.500 orang, bantuan sudah disalurkan sebanyak 1.196 unit, dan sisanya 1.340 bantuan sedang dalam proses pencairan.

Rini Andriani, salah satu penerima bantuan dari Ponogo, mengatakan bantuan tersebut sangat ditunggu-tunggu. Sebagai merchant, Reenie berharap program ini terus berlanjut agar dirinya dan pelaku bisnis lainnya bisa selamat dari pandemi.

“Terima kasih Mas Ibas yang telah memberikan bantuan, semoga Mas Ibas dan keluarganya terus mendapat berkah,” kata Reenie.

Artikulli paraprakKesan pertemuan Lee Sang Yi dengan Senior Shin Min Ah In "Kota kelahiran Cha-Cha-Cha"
Artikulli tjetërMPR mendukung pengembangan UMKM melalui gerakan yang membanggakan di Indonesia.