Beranda Nusantara Hujan deras, atap gedung terminal Arjosari-Malang ambruk.

Hujan deras, atap gedung terminal Arjosari-Malang ambruk.

Meski atap tempat parkir di Terminal Angkot Arjosari ambruk dan menabrak dua bus kota, tidak ada yang terluka.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Malang, Jawa Timur sekira pukul 13.30. WIB menyebabkan ambruknya atap parkir angkutan kota di terminal Arjosari di kawasan Blimbing.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Aliye Mulyanto di Malang, Senin mengatakan, selain ambruknya atap gedung parkir angkutan kota di Terminal Arjosari, hujan deras dan angin kencang di kawasan kota Malang juga menyebabkan tumbangnya satu pohon.

“Ada pohon tumbang, lalu atap di terminal Ajosari ambruk,” ujarnya.

Dia menjelaskan, atap tempat parkir yang ambruk menimpa dua kendaraan kota yang sedang parkir. Namun, meski atap tempat parkir di Terminal Angkot Arjosari ambruk dan menabrak dua bus kota, tidak ada korban jiwa.

Selain itu, ada kejadian lain, yakni tumbangnya pohon di Jalan Raden Intan, Kecamatan Blimbing. Kejadian tersebut, lanjutnya, tidak menimbulkan korban jiwa.

“Dua detasemen angkot tertimpa gedung. Kemudian sebuah pohon tumbang di Jalan Raden Intan. Tidak ada yang terluka dalam insiden itu,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di Indonesia, termasuk Kota Malang yang diperkirakan akan terus berlanjut hingga Februari 2022.

“Kami mengimbau untuk tetap waspada karena kondisi cuaca ekstrem diperkirakan hingga Februari, tetap waspada,” kata Ali Mulyanto.

rumah rusak

Sementara itu, di wilayah Kabupaten Malang, hujan lebat disertai angin kencang melanda Desa Kandirengo, Kecamatan Singosari pada pukul 14.30 WIB, menyebabkan sedikitnya 13 rumah rusak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan 13 rumah rusak dalam kategori ringan dan berat.

“Hujan deras pada pukul 14.30 WIB disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah rumah rusak di kawasan Candirengo,” kata Sadono.

Ditambahkannya, akibat hujan deras dan angin kencang, kantor desa Candirengo rusak parah akibat genting yang berjatuhan, dan plafon bangunan ambruk. Sedangkan 12 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.

“Ini masih data sementara, tim di lapangan sedang melakukan penilaian,” kata Sadono Irawan.

Sementara itu, pohon setinggi sepuluh meter tumbang akibat cuaca ekstrem di dekat Kota Batu dan menimpa jaringan kabel milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) sehingga mengakibatkan kerusakan ringan pada satu bangunan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Indonesia pada 17-22 Januari 2022. Ada kemungkinan lebih banyak curah hujan minggu depan.

Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas dinamis atmosfer Cold Tide atau massa udara dingin dari Asia ke wilayah Indonesia. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap kemungkinan kondisi cuaca ekstrim.

Artikulli paraprak3 menteri bertujuan untuk meningkatkan daya saing produsen kopi Indonesia
Artikulli tjetërKPU Yalimo menjadwalkan distribusi logistik CCGT pada 22 Januari