Beranda Nusantara Hujan abu Merapi melanda beberapa desa di Magelang

Hujan abu Merapi melanda beberapa desa di Magelang

Magelang (ANTARA) – Hujan abu akibat awan panas letusan Gunung Merapi melanda beberapa desa di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Sabtu malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Wasono dari Magelang mengatakan sedikitnya sembilan desa di Kecamatan Srumbung dan Salam terendam abu.

Awan panas Gunung Merapi pada pukul 16.20 WIB terekam di seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 234 detik. Cuaca berkabut, jarak terbang yang direncanakan 3000 meter barat daya Gunung Merapi.

“Menurut laporan masyarakat, awan panas turun dari Merapi dan hujan abu,” katanya.

Ia menyebut sejumlah desa yang pernah terjadi hujan abu, yakni di kawasan Srumbung, antara lain Desa Kradenan, Srumbung, Kaliurang, Kemiren, Banyuadem, Jerukagung, dan Ngablak. Kemudian, di wilayah Salam, hujan abu turun di desa Sutsen dan Kadiluvikh.

Berdasarkan rekomendasi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), potensi bahaya Marapi saat ini berupa longsoran lahar dan awan panas di sektor tenggara-barat daya dengan jarak maksimum 3 km dari Sungai Voro. dan 5 km ke sungai Gendol, Kooning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih. Sementara itu, lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif bisa mencapai radius 3 km dari puncak.

Masyarakat tidak boleh mengambil tindakan apa pun di area yang berpotensi berbahaya.

Masyarakat harus mengantisipasi guncangan abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi dan bahaya lahar terutama saat hujan di sekitar Gunung Merapi.

Disarankan untuk menghentikan penambangan di dasar sungai yang berasal dari Gunung Merapi di KRB III. Wisatawan tidak disarankan untuk melakukan aktivitas di daerah yang berpotensi berbahaya dan bukaan kawah hingga 5 km dari puncak Gunung Merapi. *

Artikel sebelumyaBMKG catat 6 gempa susulan pascagempa Keerom di Papua
Artikel berikutnyaSaksikan hari yang tenang di siang hari