Beranda Warganet Hofifa bangga dengan Jatim dan 38 kabupaten/kota sebagai anak layak

Hofifa bangga dengan Jatim dan 38 kabupaten/kota sebagai anak layak

Surabaya (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Hofifa Indar Paravansa bangga provinsi dan 38 kabupaten/kota di daerah itu dianugerahi gelar anak layak tahun 2021 oleh Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Alhamdulillah 38 kabupaten/kota di Jatim sudah dideklarasikan oleh UAC. Terima kasih kepada seluruh kepala daerah yang telah memperjuangkan daerahnya yang ramah anak,” ujarnya, Kamis di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Status tersebut diberikan menyusul keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong seluruh wilayah Jawa Timur untuk menerima penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

Ia juga memuji kerja keras pemerintah daerah bekerja sama dengan politisi lain, serta keterlibatan masyarakat, media dan dunia usaha dalam pelaksanaan dan perlindungan hak anak.

Pencapaian ini tidak mudah, kata dia, karena ada sejumlah klaster yang harus dipenuhi untuk meraih predikat KLA.

Ini termasuk hak-hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan anak, kesehatan dan kesejahteraan dasar anak, pendidikan, rekreasi dan kenikmatan budaya, dan perlindungan khusus.

Hofifa menekankan bahwa setiap anak harus memiliki kesempatan yang cukup untuk hidup, tumbuh dan berkembang, serta berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat manusia.

Oleh karena itu, orang nomor satu di Pemprov Jatim itu mengingatkan kepada seluruh gubernur/walikota se-Jatim untuk ingat melibatkan anak dalam proses pembangunan dan menjadikan anak sebagai subjek daripada objek.

“Bagaimanapun, tumbuh kembang anak adalah investasi jangka panjang karena mereka adalah generasi penerus dan pewaris negeri ini,” kata mantan Menteri Sosial itu.

Ia berharap kasus kekerasan, intimidasi, eksploitasi, pemborgolan, atau penelantaran anak di Jatim akan terus terjadi di tahun-tahun mendatang.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini meningkatkan vaksinasi anak sebagai langkah masif untuk melindungi diri dari risiko tertular COVID-19.

“Mereka biasanya terinfeksi dalam kelompok keluarga. Vaksinasi ini tidak hanya melindungi anak-anak dari tertular virus corona, tetapi juga penting untuk mencegah penularan virus dari anak-anak ke orang dewasa yang rentan,” katanya.

Artikel sebelumyaLIPI: Infrastruktur Riset Terbuka Tingkatkan Kolaborasi dan Kemitraan
Artikel berikutnyaDelapan terpidana narkoba dijatuhi hukuman mati