Beranda Hukum HNSI Pacitan: Nelayan Diduga Menangkap Lumba-lumba "andon"

HNSI Pacitan: Nelayan Diduga Menangkap Lumba-lumba "andon"

Pasitan, Jawa Timur (ANTARA) — Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pasitan menyatakan pihak yang bertanggung jawab atas penangkapan mamalia laut lumba-lumba paruh panjang di perairan Pasitan, Jawa Timur diduga “andon”. nelayan (pendatang).

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pacitan, Damhudi di Pacitan, mengatakan, Minggu, setelah pihaknya menggeledah jaringan pengurus dan anggota yang aktif di pelabuhan perikanan Pantai Tamperan, Minggu.

“Kami mendapat informasi dari warga sekitar, ternyata nakhoda dan pemilik kapal bukan nelayan lokal dari Pasitan.

Ia mengaku khawatir dan menyesali apa yang terjadi. Namun, Damhudi juga tidak percaya bahwa perselingkuhan ini murni direncanakan.

“Mungkin lumba-lumba (lumba-lumba biasa berparuh panjang atau nama latinnya delphinus) tertangkap jaring ikan dan dibawa ke geladak,” katanya.

Damhoudi mengakui kematian lumba-lumba akibat jaring relatif jarang terjadi. Kalaupun ada yang tertangkap dan bisa diselamatkan, nelayan biasanya melepaskannya.

Keberadaan lumba-lumba menjadi pertanda baik bagi para nelayan di Pasitan.

Pasalnya, kemunculan lumba-lumba biasanya diikuti dengan keberadaan ikan-ikan kecil yang menjadi mangsa atau buruan.

“Jadi lumba-lumba justru membantu nelayan menangkap ikan. Kalau orang Jawa bilang “mengejar iwak”, lanjutnya.

Selain itu, Damhudi menghormati proses penyidikan yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Keempat anggota awak (crew) tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Pasitan. Sementara itu, 23 awak kapal lainnya juga akan diinterogasi secara bergiliran untuk mengungkap dugaan penangkapan tujuh ekor lumba-lumba moncong panjang, menurut video yang beredar di media sosial.

Dalam video yang diunggah, tujuh ekor lumba-lumba tergeletak mati di geladak kapal.
Fotografer tersebut diduga merupakan salah satu ABK kapal yang digerebek pada Sabtu (1/8) oleh tim gabungan Polair, TNI AL, dan Polres Pasitan.

Namun, selama penggeledahan, petugas tidak menemukan tanda-tanda keberadaan lumba-lumba di geladak kapal.

Lumba-lumba yang ditangkap jaring dan dibawa ke atas geladak kapal, dibuang ke laut sebelum kembali ke dermaga di pelabuhan Tamperan, kata awak kapal.

Artikel sebelumyaPuskapol UI: Akses Parpol Jadi Masalah “Uji Kesesuaian” CPU
Artikel berikutnyaPuskapol UI: Partisipasi Masyarakat Perkuat Lembaga Pemilihan