Beranda News Hasto: Indonesia harus jadi kekuatan maritim

Hasto: Indonesia harus jadi kekuatan maritim

Jakarta (ANTARA) – Sekjen PDI-P Hasto Kristianto mengatakan Indonesia sebagai negara dengan kekayaan laut yang indah dan melimpah harus menjadi kekuatan maritim.

“Kami adalah negara maritim. Indonesia perlu meningkatkan diri sebagai kekuatan maritim,” kata Hasto saat berkunjung ke Titik Nol Indonesia, Pulau Sabang, Aceh, Jumat, seperti dikutip dalam siaran pers yang diperoleh di Jakarta.

Ia berharap kekayaan maritim negara, dalam hal ini Pulau Sabang dengan lokasinya yang strategis untuk dilalui ratusan ribu kapal besar, dapat mendorong pemerintah pusat dan Aceh untuk meningkatkan kesadaran di kalangan pemuda setempat bahwa Indonesia adalah negara maritim. Dengan demikian, mereka tahu bagaimana mengelola dengan baik.

“Pulau Sabang memiliki letak yang sangat strategis yaitu di ujung barat Indonesia. Kami berharap pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Aceh diminta memikirkan bagaimana memproyeksikan pemuda Aceh untuk menyadari bahwa kita adalah negara maritim,” katanya. .

Dalam kesempatan tersebut, Hasto mengungkapkan kekagumannya terhadap sumber daya maritim Indonesia.

“Saya sudah berkali-kali ke Aceh, tapi baru pertama kali ke Sabang, bahkan di Kilometer Nol di Sabang. zamrud khatulistiwa,” katanya.

Dalam perjalanan dari Pelabuhan Uli Leue ke Pelabuhan Sabang dengan kapal feri Hasto, ia melihat secara langsung keindahan hamparan laut yang luas.

“Akhirnya rasa penasaran tentang Sabang terpuaskan. Selama ini baru Jalan Sabang di Jakarta, termasuk Aceh Connection, yang sudah minum kopi. Ternyata, pemandangannya tidak buruk. Perjalanannya jadi lebih menarik,” katanya.

Rombongan yang terdiri dari anggota DPR Muhamad Nabil Haroen, Perwira PDIP Pulung Agustanto, Ketua Sekretariat PDIP Yosef Aryo Adhi Dharmo, dan jajaran PDIP Aceh dipimpin Ketua DPD PDIP Aceh Muslahuddin Daud, ke Menara Nol Kilometer di Indonesia.

Hasto bahkan meminta mereka menyanyikan lagu “Dari Sabang Sampai Merauke”. Momen kunjungan diakhiri dengan penyerahan sertifikat Indonesia kepada Hasto tentang melewati kilometer nol. Sertifikat tersebut merupakan bukti bahwa seseorang telah mengunjungi Kilometer Nol di Indonesia.

Artikulli paraprakDitahan oleh PKC, Massachusetts menskors Hakim Agung Sudrajad Dimiati.
Artikulli tjetërAnggota DPR RI mengajak masyarakat Aceh mempersiapkan PON 2024.