Beranda Nusantara Harimau sumatera ditangkap di Istana

Harimau sumatera ditangkap di Istana

Medan (ANTARA) – Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditangkap menggunakan perangkap yang dipasang di Desa Syundol Julu, Kabupaten Sosopan, Kabupaten Padang Lavas (Istana), Sumatera Utara, dan mendapat perawatan medis.

“Perawatan terhadap harimau sumatera bernama Devi Siundol ini dilakukan oleh tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumut, Yayasan Bodhichitta Mandala di Medan dan dr Anhar Lubis,” kata Plt. Irzal Azhar, Kepala Pusat KSDA Sumut, dalam keterangan tertulis, Minggu.

Menurut survei, raja hutan adalah seorang wanita yang diperkirakan berusia di atas 6 tahun (dewasa) dengan berat 73 kg.

Keterangan tim medis juga menyebutkan beberapa bagian tubuh harimau sumatera terlihat, seperti siku pada kaki depan dan belakang, serta seluruh telapak kaki depan dan belakang. Bahkan, di beberapa bagian luka terdapat belatung. Tim medis menyimpulkan bahwa lukanya sangat besar.

Upaya penanggulangan yang dilakukan terhadap harimau yang terlihat lemah tersebut berupa infus, pemberian antibiotik. akting panjang, anti-inflamasi, membersihkan luka dengan larva, obat cacing dan kondisi restoratif.

“Tindakan lebih lanjut yang akan terus dilakukan adalah monitoring/surveillance, tes darah laboratorium dan perawatan luka secara rutin. Durasi pemulihan dan penyembuhan diperkirakan sekitar 1-2 bulan sambil memantau perkembangan status kesehatan hewan tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) berhasil ditangkap dengan memasukkan jebakan yang dipasang di Desa Syundol Julu, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lavas, pada Kamis (16/12) sekitar pukul 12:15 WIB.

Setelah lebih dari sebulan menyelesaikan konflik di antara penduduk Kabupaten Padang Lavas, raja hutan akhirnya terjebak.

Petugas Balai Besar KSDA Sumut melalui Seksi Konservasi VI Kota Penang di Lapangan KSDA Wilayah III Padangsidimpuan memasang keramba bubu ketiga setelah sebelumnya dipasang di dua desa masing-masing Desa Khutabargot, Minggu (28/11) dan Desa Pangaranbir-Jae, Selasa (28.11). 30.11). *

Artikel sebelumyaBanjir melanda Kuala Lumpur dan Selangor di Malaysia
Artikel berikutnyaOrangutan juga harus menjalani tes PCR sebelum dilepasliarkan ke alam liar.