Beranda News Hak Cipta Selawat Badr-Syubbanul Wathon didaftarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi...

Hak Cipta Selawat Badr-Syubbanul Wathon didaftarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Kediri (ANTARA) – Dewan Daerah Nadlatul Ulam Jawa Timur (PWNU) memuji lagu dan liriknya Selamat tinggal KH Ali Mansour Siddiq dan lagu Subbanul Watan Oleh KH Wahab Hasbullah, hak cipta tersebut telah didaftarkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

“Kita patut mensyukuri karya ulama, baik Selawat Badr maupun naskah Subbanul Vaton, tercatat dan mendapat perlindungan hukum resmi dari Kementerian Hukum dan HAM,” kata Anwar Iskandar, Wakil Raisa PWNU Jawa Timur KH, di Kediri, Selasa.

Gus Var, demikian ia biasa disapa, juga mengatakan bahwa sejak ia kini terdaftar dalam sistem Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang dilindungi negara, itu sendiri merupakan keuntungan bagi jajaran direksi PWNU Jawa Timur.

Para masyih Di bawah kepemimpinan Rais Syuria PWNU Jatim KH M Anwar Manshur dan Ketua KH PWNU Jatim Marzuki Mustamar bertemu di Ponpes Lirboyo kota Kediri salah satunya menyebutkan bahwa lagu dan lirik Selawat Badar dibawakan oleh KH Ali Mansur Shiddik dan Subbanul Vathan K H. Wahab Hasbullah akhirnya mendaftarkan hak ciptanya ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Surat pendaftaran dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dikirimkan kepada semua orang bagus sekali ilmuwan yang karyanya dilindungi oleh hak kekayaan intelektual. Qiai Ahmad Sakir Abd Shiddik mewakili KH Ali Manshur Shiddik dan Nyai Hj Mahfudho Ali Ubaid mewakili KH Wahab Hasbullah menyaksikan Bupati Jombang Mundjid Wahab.

Sebelumnya, PWNU Jatim membentuk tim pengelola HAKI terkait lagu Selawat Badar dan Syubbanul Wathon yang diketuai oleh H. Sholeh Hayat SH (koordinator) dengan anggota antara lain Noor Shodik Askandar, Wakil Rektor II UNISMA (anggota), Helmi Noor dari PWNU Jawa Timur (anggota) Kota Asmania Mardiyani dari panel ahli (anggota) Unisma.

“Alhamdulillah patut disyukuri karena dua karya Kiai di NU telah diakui Kementerian Hukum dan HAM sebagai hak kekayaan intelektual,” kata Sholeh Hayat.

Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar juga menyatakan kepuasannya dengan sertifikat HKI tersebut. Ia mengingatkan, kedua karya ini merupakan bagian penting dari NU.

“Oleh karena itu, tidak boleh digunakan untuk kepentingan diri sendiri atau kelompoknya tanpa izin (yang bersifat komersial), karena hak cipta ini milik staf NU,” ujarnya.

Marzuki menambahkan bahwa keduanya siaran dan semboyan NU dan NU Muruach, agar umat Islam selalu menerima dan mencintai mereka.

“Terima kasih dan semoga kita selalu mendapat berkah untuk kejayaan NU dan negara kita tercinta,” kata Marzuki.

Kemudian diputuskan bahwa kedua lagu ini akan menjadi lagu wajib nasional yang akan diusulkan NU kepada pemerintah.

Sementara itu, Nyai Hj Mahfudho Ali Ubaid, putri KH Wahab Hasbullah, juga terharu dengan pengakuan karya ulama NU tersebut.

Kiai Ahmad Syakir, bagus sekali KH Ali Manshur Siddiq pun mengaku terharu dan bahagia.

“Apalagi kami terharu karena di Pondok Lirboyo Abah (Kiai Ali Manshur) juga menginap di sini. Jadi nostalgia itu sendiri,” kata Kiai yang berdomisili di Banyuwangi ini.

Hadir pula Sekretaris PWNU Jatim Ah Muzakki dan sejumlah pimpinan PWNU Jatim, K. H. Syafruddin Sharif, K. H. Abdus Salam Shohib, K. H. Reza Ahmad Zahid, K. H. Abdul Matin Javahir, KH Ali Mashan Moesa dan yang lain. …

Turut hadir K.H.M. Hasan Mutawakkil Alallah (Ketua MUI Jatim), Rektor Universitas Islam Malanga (Unisma) prof.

Artikel sebelumyaBukittinggi meraih penghargaan nasional sebagai kota cerdas dan digital terbaik
Artikel berikutnyaPenanda jalur evakuasi dipasang di desa darurat Probolingo