Beranda Hukum Gugus Tugas COVID-19 Bogor Siaga Ganjil Genap Jelang Natal dan Tahun Baru

Gugus Tugas COVID-19 Bogor Siaga Ganjil Genap Jelang Natal dan Tahun Baru

Kota Bogor (ANTARA) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor menerapkan pelat nomor kendaraan ganjil genap jelang libur Natal dan Tahun Baru 2022 guna menekan penyebaran COVID-19 dengan meningkatkan mobilitas warga.

Kapolsek Bogor Combes Paul Susatjo di sela-sela pemantauan kawasan wisata dengan vaksinasi wajib di sekitar Suryakenchany dan exit 1 Kebun Raya Bogor, Sabtu mengatakan, opsi ganjil genap kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru akan diterapkan jika level 3 Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kami TNI dan Polri bersama Kota Bogor akan memberlakukan pembatasan mobilitas sejalan dengan penerapan Layer 3, terlepas dari apakah mereka menggunakan data ganjil dan genap di daerah tertentu,” katanya.

Susatho menjelaskan, tidak hanya pelat nomor ganjil genap kendaraan, namun sejumlah aturan lalu lintas di kawasan Kota Bogor disiapkan dalam menghadapi libur akhir tahun ini.

Rencana penerapan pelat nomor kendaraan ganjil genap di wilayah tertentu akan disertai dengan perubahan rute kendaraan dan situasi tertentu.

“Jadi kalau ada daerah yang cukup padat akan kita rancang gerakannya agar masyarakatnya lemah, dan kalau longgar ya sepi, baru kita buka lagi,” ujarnya.

Semua kebijakan ini akan tetap memperhatikan penyebaran COVID-19 dan instruksi terbaru dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan pejabat pemerintah lainnya untuk mencegah penyebaran gelombang ketiga COVID, kata Susatyo. -19.

Hal ini, kata Susatio, meskipun kemajuan dalam vaksinasi, yang mencakup hampir 90 persen penduduk Bogor, terus menghasilkan “kekebalan kelompok”.

Padahal sejumlah razia di pasar kota hujan telah membantu meningkatkan kesadaran akan vaksinasi COVID-19.

Dibandingkan dengan pelaksanaan pekan lalu, lanjutnya, dengan diberlakukannya kawasan wisata wajib vaksin pada akhir pekan ini, bahkan tidak terlalu banyak orang yang tertangkap belum divaksinasi.

Artinya masyarakat mulai paham bahwa untuk masuk ke wilayah Kota Bogor harus divaksinasi dan bisa dibuktikan ke petugas, tapi kita akan tetap waspada, ujarnya.

Artikel sebelumyaPuskapol UI mengapresiasi keterwakilan perempuan dalam pemilihan KPU-Bawaslu
Artikel berikutnyaPuskapol UI Rekomendasikan Transparansi Nilai Seleksi Anggota KPU-Bawaslu