Beranda Trending Film Iko Uvays "Ancaman rangkap tiga" tayang di Lionsgate Play bulan ini

Film Iko Uvays "Ancaman rangkap tiga" tayang di Lionsgate Play bulan ini

Jakarta (ANTARA) – Penayangan perdana film aksi Iko Uwais “Triple Threat” yang menampilkan petarung Tony Jaa dari Thailand dan Tiger Hu Chen dari China akan berlangsung di Lionsgate Play Indonesia mulai 1 Oktober 2021.

Dikutip dari siaran resmi Lionsgate Play Indonesia pada hari Minggu, cerita “Triple Threat” berfokus pada Xian (Selina Jade), putra seorang pengusaha kaya yang hidupnya dalam bahaya. Akhirnya, ia meminta bantuan dari sekelompok pembunuh yang diperankan oleh Iko Uvais, Tony Jaa dan Tiger Hu Chen.

Ketiganya akan berhadapan dengan sekelompok pembunuh lainnya, yang diperankan oleh Scott Adkins, Michael J. White, Michael Bisping. Mereka memiliki misi untuk membunuh Xian.

😍

Triple Threat disutradarai oleh Jesse W. Johnson dan ditulis oleh Joey O’Brian dan Paul Staheli. Film berdurasi 96 menit ini disponsori oleh Well Go USA Entertainment. Film ini bisa menjadi paket lengkap koreografi seni bela diri Asia dengan baku tembak penuh gaya Hollywood.

Selain Triple Threat, Lionsgate Play Indonesia akan menghadirkan film-film horor seperti Offense, Offense 2, Offense 3, See No Evil 2, Before I Wake Up, Jeepers Creepers 3, Autopsy of Jane Doe, The Gift, The Last Witch Hunter, Jessabel dan Badut.

Tak hanya itu, ada juga serial eksklusif Heels yang dibintangi oleh Stephen Amell yang sebelumnya dikenal dengan perannya di serial TV Arrow. Saya juga memainkan Power Book III eksklusif: Raising Kanan series, sebuah spin-off dari seri Power yang populer dan bergengsi.

Pada April 2021, platform streaming premium global STARZ meluncurkan aplikasi Lionsgate Pla ‘OTT untuk akses konsumen langsung di Indonesia, memperluas kehadirannya di Asia setelah peluncuran Lionsgate Play yang sukses di India. Lionsgate Play sekarang dapat digunakan dalam kemitraan dengan mitra atau dengan mengunduh langsung aplikasi yang tersedia di Google Play dan Apple Store.

Artikel sebelumyaLindungi Keanekaragaman Hayati Raja Ampat, Pemandu Harus Punya Peta
Artikel berikutnya"Bukit pasir", perlakukan cerita kompleks dengan pengalaman sinematik