Beranda Warganet Festival Pencak Silat Bogor menyoroti keberadaan Cimande

Festival Pencak Silat Bogor menyoroti keberadaan Cimande

Silat cimande tetap eksis dan lestari

Kabupaten Bogor (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat memprioritaskan keberadaan Chimande Silat melalui Festival Pencak Silat di Metland Mall, Cileungsi, Bogor, Minggu, yang menampilkan selebriti dan tokoh.

“Kami bangga Kabupaten Bogor merupakan daerah yang sejarahnya sudah ada sejak abad ke-17, yaitu pencak silat Chimande silat sebagai cikal bakal pencak silat,” kata Pj Bupati Bogor (Plt) Ivan Setiavan saat talkshow seleb dan pencak silat. tokoh Prisia Nasution, Sesep Arif Rahman dan Asep Gurvavan.

Menurutnya, Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah dengan sejarah asal usul pencak silat tertua di Indonesia. Pasalnya, Chimande Silat lahir pada abad ke-17 dan menjadi cikal bakal pencak silat di Jawa Barat.

Ivan mengatakan pada festival pencak silat ini, pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) ingin memperkenalkan silat Cimande kepada masyarakat. Sehingga Chimande dikenal tidak hanya sebagai salah satu nama desa di Kabupaten Bogor.

“Kita ingin silatnya tidak lagi sama di kampung, silatnya tetap sama kalau ada hari libur. Jadi, hari ini kami menghadirkan silat di mall,” kata Ivan.

Dijelaskannya, untuk membangkitkan minat pencak silat, masyarakat perlu diberikan informasi yang lengkap, mulai dari sejarah hingga prestasi pencak silat.

Apalagi Pemerintah Kabupaten Bogor memiliki visi mewujudkan Kabupaten Bogor yang paling modern, nyaman dan beradab. Untuk mencapai peradaban salah satunya dengan menjaga tradisi dan budaya yang ada di Kabupaten Bogor.

“Dari sini kami membuat kebijakan bahwa ini harus dijaga dan dilestarikan dengan baik. Kami bekerja keras untuk terus hadir di tengah masyarakat untuk menerapkan kebijakan ini. Alhamdulillah sampai saat ini silat Cimande masih eksis dan lestari,” jelasnya.

Aktor yang juga seorang pendekar silat, Chesep Arif Rahman mengaku terus berupaya menjaga keaslian silat, dan juga terus memperkenalkan pencak silat kepada generasi muda.

“Untuk menjaga pencak silat, saya mulai mengajar agar pencak silat ini bisa saya wariskan kepada generasi penerus, dan tentunya menjaga keasliannya,” kata Sesep Arif Rahman.

Pj Bupati Bogor Ivan Setiawan saat talkshow bersama selebriti dan pencak silat Priziya Nasution, Sesep Arif Rahman dan Asep Gurvavan di Metland Mall, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/6/2022). ANTARA/HO-Humas Pemerintah Kabupaten Bogor

Selain itu, artis dan atlet pencak silat Prisia Nasution mengaku mulai belajar pencak silat sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia menghabiskan sebagian besar kesehariannya di gubuk pencak silat di TMII.

“Saat ini saya aktif kembali di pencak silat karena sekali kita memutuskan untuk kuliah pencak silat, itu akan menjadi keluarga selamanya,” kata Prisia.

Sementara itu, master pencak silat Asep Gurvavan mengatakan saat ini pencak silat sudah mendunia. Menurutnya, ini berarti dua hal: pertama, pencak silat adalah ilmu, dan di sisi lain, pencak silat adalah peninggalan.

“Jika seseorang mempelajari sains, dan tentu saja, perkembangan bangsa ini di negara ini harus ditransmisikan secara ilmiah. Sehingga tidak sedikit doktor di beberapa negara yang menekuni filosofi pencak silat melalui disiplin ilmu antropologi,” kata Asep.

Artikulli paraprakHUT Bhayangkara, Polda Kalteng Libatkan UMKM
Artikulli tjetërSebanyak 1.024 sapi di Aceh Barat terjangkit PMK.