Beranda Warganet Empat seniman Bali dianugerahi Dharma Kusuma dan menerima uang

Empat seniman Bali dianugerahi Dharma Kusuma dan menerima uang

Denpasar (ANTARA) – Empat seniman dan budayawan asal Pulau Dewata menerima Penghargaan Dharma Kusuma 2021 dari Pemerintah Provinsi Bali atas jasa, prestasi dan prestasinya dalam penguatan dan pengembangan kebudayaan, serta menerima uang tunai sebesar Rp 50 juta.

“Penghargaan ini sekaligus merupakan perwujudan dari visi pembangunan Provinsi Bali, Nangun Sat Curti Loka Bali, melalui Model Pembangunan Semesta Berencana untuk Bali Era Baru,” kata Ketua DPRD Provinsi Bali itu. . Layanan budaya prof. Dan Gede Arya Sugiarta di Denpasar, Minggu.

Selain itu, lanjutnya, penghargaan yang diberikan Gubernur Bali Wayan Koster pada Sabtu (14 Agustus) di puncak peringatan HUT ke-63 Bali, telah dimutakhirkan dengan Perda Bali Nomor 4 Tahun 2020. tentang penguatan dan pengembangan budaya, Bali.

Empat seniman yang menerima penghargaan Dharma Kusuma itu adalah Ni Nyoman Tjandri (penampil), mendiang Yi Komang Gde Urip Tribhuana (penari dan pelatih tari), Ida Rishi Agung Vayabya Suprabhu Sogata Karang atau saat Walak I Gusti Bagus Sudyatmaka Sugriva dan Jero Mangku Wayan Mouliarsa (pelukis).

“Penghargaan Dharma Kusuma merupakan suatu kehormatan dan pengakuan Pemerintah Provinsi Bali atas jasa, prestasi dan prestasi para seniman, budayawan, cendekiawan dan tokoh masyarakat dalam memperkuat dan mengembangkan budaya Bali,” ujarnya.

Arya mengatakan, mekanisme pemberian Anugerah Dharma Kusuma didasarkan pada usulan dari pejabat daerah yang menangani urusan kebudayaan di masing-masing kabupaten/kota, perguruan tinggi kebudayaan dan lembaga nonpemerintah kebudayaan.

Sedangkan aspek verifikasi/evaluasi tertentu meliputi pengalaman kegiatan di bidang penguatan dan pemajuan budaya, serta karya atau gagasan monumental yang diterbitkan.

Kemudian ada pengakuan masyarakat terhadap setidaknya tiga rekomendasi dari individu/organisasi, dampak karya dan/atau gagasannya terhadap penguatan dan pengembangan budaya.

Gubernur Bali Wayan Koster saat penyerahan penghargaan Dharma Kusuma Ni Nyoman Tjandri (pemain) pada Sabtu (14/8/2021). ANTARA / HO-Pemprov Bali / am.

Yang terakhir mendapat penghargaan setidaknya di tingkat kabupaten/kota melalui kompetisi, pelayanan atau kreasi karya.

Mantan Rektor ISI Denpasar itu menambahkan, penerima Dharma Kusum berhak mendapatkan piagam penghargaan, lencana emas 20 gram, dan uang masing-masing Rp50 juta.

“Dengan menerima penghargaan Dharma Kusuma ini, kami berharap dapat memotivasi generasi penerus bangsa untuk mengabdikan diri pada pengalaman, integritas, dedikasi dan berkontribusi untuk memperkuat dan mempromosikan budaya Bali secara berkelanjutan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat, ” katanya….

Sementara itu, Ni Putu Nursanti, istri artis Y Komang Where Urip Tribhuana, terharu dan bangga dengan kehormatan mendiang suaminya.

“Saya bangga punya suami, Jero Komang Urip. Meski sudah tidak ada lagi, namanya tetap dikenang,” kata Nursanti.

Semasa hidupnya, Komang Urip, penduduk asli desa Taman Bali, Kabupaten Bangli, adalah seorang penari dan pelatih tari yang aktif mengikuti kegiatan ngaya di berbagai pura di Bali, bahkan di pulau Jawa dan Lombok.

Ia tidak hanya aktif mengajar tari kepada masyarakat Bali, tetapi juga melakukan diplomasi budaya dengan negara-negara asing seperti Jepang, Singapura, Amerika Serikat, San Fransisco, Australia, Korea Selatan dan beberapa negara di benua Eropa.

Artikel sebelumyaMP: Kemerdekaan adalah tentang menanamkan optimisme selama pandemi.
Artikel berikutnyaJrx SID bersiap untuk vaksinasi COVID-19