Beranda Nusantara Elang, Kestrel, dan Kukang Dilepaskan ke Alam Liar untuk Memperingati HCPSN

Elang, Kestrel, dan Kukang Dilepaskan ke Alam Liar untuk Memperingati HCPSN

Jakarta (ANTARA) – Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak melepas Elang Bido, Besra Kestrel, dan Sepuluh Kukang ke alam liar dalam rangka memperingati Hari Pushpa dan Cinta Satwa Nasional (HCPSN) 2021.

Menurut siaran pers Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diterima di Jakarta, Senin, burung elang-ular-bido (Spilornis Cheela), yang dilepasliarkan pada Pushpa dan Hari Cinta Satwa Nasional, 5 November 2021, menjalani rehabilitasi di Pusat Satwa Elang Jawa (PSSEJ) di Logji, Bogor, Jawa Barat.

Sementara itu, elang peregrine Besra (Virgatus penerima) yang dilepasliarkan kembali ke alam liar merupakan sumbangan dari warga Kecamatan Setu Gunung, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Penduduk desa menemukan bahwa anak ayam kesemek telah jatuh dari sarang dan kemudian menyerahkannya kepada PSSEJ.

Dua pejantan dilepasliarkan ke alam liar setelah dikarantina dan direhabilitasi selama sembilan bulan mulai Februari 2021.

Elang Bido dan Kestrel Besra merupakan satwa yang dilindungi sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Setelah melepasliarkan dua ekor burung yang dilindungi kembali ke alam, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak melepasliarkan 10 ekor kukang (Nycticebus javanicus) menjalani rehabilitasi.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK Indra Exploitasia mengatakan, pelepasliaran satwa tersebut merupakan bagian dari upaya sosialisasi pelestarian satwa liar di habitat aslinya.

Artikel sebelumyaCurah hujan yang tinggi menimbulkan bahaya banjir di beberapa provinsi.
Artikel berikutnyaMerapi mengeluarkan lahar panas sebanyak tujuh kali pada jarak 2 km