Beranda Nusantara Drummer Tio Nugros: Alam Mempengaruhi Musik

Drummer Tio Nugros: Alam Mempengaruhi Musik

Alam erat kaitannya dengan musik. Lingkungan yang sehat dan bersih dapat secara otomatis mempengaruhi musik

Jakarta (ANTARA) – Musisi Tio Nugros, anggota WOLFTANK, yang sebelumnya dikenal sebagai drummer grup musik Dewa 19, mengatakan alam mempengaruhi musik.

“Alam erat kaitannya dengan musik. Lingkungan yang sehat dan bersih otomatis dapat mempengaruhi musik,” ujarnya pada webinar bertema “Aku, Mangrove dan Masa Depan Mereka” yang dipantau secara online di Jakarta, Jumat.

Ia mengaku menyukai lirik yang bernuansa natural.

Demikian, Tyo Nugros – panggilan akrab pemilik nama Setyo Nugroho – yang pernah menjadi mahasiswa aktif dan terdaftar sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Perkusi (PIT) dan Institut Musisi (MI) di Hollywood, Amerika Serikat ( AMERIKA SERIKAT). menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga alam, lingkungan, termasuk menjaga mangrove.

Pada saat yang sama, vokalis WOLFTANK Ariyo Wahab mengatakan bahwa manusia harus menjaga alam, termasuk menjaga ekosistem mangrove.

“Mereka (mangrove) membutuhkan perawatan agar dapat berfungsi dengan baik sehingga masyarakat terlindungi dari bencana alam,” katanya.

Grup yang beranggotakan Ariyo Wahab, Tio Nugros, Keen Aulia dan Mochamad Noervana (Noah) ini juga akan menyanyikan lagu tentang alam. Saat ini, pengerjaan lagu tersebut terus berlanjut.

Aryo mengaku membuat lagu tentang alam itu tidak mudah. “Kami harus menyelaminya, kami harus melakukan banyak hal untuk menjadi sebuah lagu,” katanya.

Abdul Kodir, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta, mengatakan mangrove di wilayah DKI Jakarta seluas 476 hektare.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan, ini menjadi pekerjaan rumah dan tujuan kita bersama,” ujarnya.

Dia mengatakan, kondisi mangrove di wilayah Jakarta masih dalam tekanan karena dampak pembangunan yang semakin intensif. Keadaan ini menghambat peningkatan luas hutan mangrove.

Keluarga berperan penting dalam memahami betapa pentingnya mencintai lingkungan, ujarnya.

“Kesadaran akan pentingnya cinta lingkungan, termasuk mangrove, harus dilakukan sejak dini, di lingkungan terkecil yaitu keluarga. Keluarga berperan penting dalam membentuk pondasi kecintaan terhadap lingkungan,” kata Abdul. kodir.

Artikel sebelumyaMelindungi ekosistem mangrove sangat penting untuk mengurangi perubahan iklim
Artikel berikutnyaPemerintah mengharapkan puncak kebakaran hutan dan lahan berkat sinergi hujan buatan.