Beranda News DPR setujui amnesti Sayful Mahdi

DPR setujui amnesti Sayful Mahdi

Jakarta (ANTARA) – Rapat pleno DPR RI, Kamis, menyetujui amnesti bagi guru Universitas Siya Kuala (Unsia), Banda Aceh Sayful Mahdi, yang divonis bersalah dalam kasus pencemaran nama baik.

“Saya mohon persetujuan Bapak Presiden untuk mempertimbangkan apakah surat amnesti dengan permohonan Presiden dapat disetujui,” kata Wakil Ketua DPR RI Muhaymin Iskandar dalam rapat pleno DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. . Kamis.

Setelah itu, seluruh anggota DPR yang hadir dalam rapat paripurna menyepakati amnesti Saiful Mahdi.

Muhaimin mengatakan, persetujuan itu diperoleh dalam rapat paripurna DPR karena waktu dan urgensi surat yang disampaikan presiden tidak cukup.

“Karena waktu yang tidak cukup, urgensi surat permohonan yang disampaikan oleh presiden, dan karena DPR akan memasuki masa jeda, saya meminta Anda untuk menyetujui permintaan presiden untuk dipertimbangkan,” katanya. .

Muhaimin mengatakan DPR RI menerima surat dari Presiden Joko Widodo tertanggal 29 September 2021 dengan permintaan untuk mempertimbangkan permohonan amnesti Saiful Mahdi.

Menurut dia, surat tersebut menyebutkan bahwa Sayful Mahdi menjadi terpidana dan dijatuhi hukuman tiga bulan penjara dan denda 10 juta rupee, yang merupakan tambahan 1 bulan penjara.

“Dia dipidana karena melakukan tindak pidana karena dituduh melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mengirimkan, dan menyediakan informasi elektronik yang mengandung tuduhan pencemaran nama baik sebagai satu-satunya dakwaan jaksa,” katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, Presiden Jokovi mengirim surat kepada DPR RI dengan permintaan untuk mempertimbangkan rencana amnesti bagi Saiful Mahdi, sebagaimana diatur dalam ayat 2 Pasal 14 UUD 1945.

Artikel sebelumyaSosialisasi protokol kesehatan diintensifkan selama PON Papua
Artikel berikutnyaAkses Telekomunikasi Tersedia, Menteri Johnny: Kominfo Gencarkan Pemanfaatan Ruang Digital