Beranda News DPR RI menerima 11 nama calon hakim agung

DPR RI menerima 11 nama calon hakim agung

Jakarta (ANTARA) – Presiden DPR RI Puan Maharani mengatakan pihaknya menerima hingga 11 calon hakim agung yang diajukan Komisi Yudisial (KY) yang kemudian dibayarkan. kerja keras dan pemilu yang transparan di DPR.

“Proses seleksi calon Mahkamah Agung akan dilakukan secara terbuka, transparan, partisipatif, dan akuntabel,” kata Poin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Hal itu disampaikannya saat menerima usulan nama-nama calon Hakim Agung 2021 yang diajukan pimpinan KY di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.

KY menyeleksi calon hakim agung sejak Februari hingga Agustus 2021 dan membuka rekrutmen dari hakim purnawaktu dan masyarakat sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2011 dan Peraturan Komisi Yudisial Nomor 2 Tahun 2016 tentang Seleksi Calon Hakim Agung. hakim Mahkamah Agung. …

Poigne menjelaskan, berdasarkan Pasal 24A (3) UUD 1945, sebanyak 11 calon hakim agung diajukan oleh DPR untuk mendapat persetujuan dan selanjutnya diangkat oleh Presiden oleh hakim agung.

Ia berharap seleksi KY memang akan menghasilkan calon-calon Hakim Agung terbaik.

“Diharapkan hasil seleksi yang disampaikan di DPR RI adalah calon hakim agung yang berhak diwakili dan memenuhi syarat calon anggota Mahkamah Agung,” ujarnya.

Ia mengingatkan, nama-nama calon hakim Mahkamah Agung yang dihadirkan di DPR RI dipilih berdasarkan rekam jejaknya untuk menjaga kehormatan dan martabat hakim.

Menurutnya, meski proses seleksi calon Mahkamah Agung dilakukan di DPR, calon hakim harus bebas dari pengaruh kepentingan politik dan independen.

“Ini penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap peradilan dan penegakan hukum di Indonesia,” katanya.

Poin mengatakan, Badan Permusyawaratan Rakyat (Bamus) DPR menginstruksikan Komisi III DPR untuk melakukan studi kelayakan terhadap 11 calon hakim agung yang dipilih oleh Komisi Yudisial.

Pemilihan ini diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan hakim agung pada tahun 2021.

“Sesuai undang-undang, KY diberi kewenangan untuk melakukan proses seleksi, namun tetap diperlukan sinergi antara KY dan MA agar rekrutmen calon hakim agung dapat memenuhi kebutuhan hakim agung,” ujarnya. .

Komisi III DPR RI akan memulai proses verifikasi kesesuaian calon Mahkamah Agung yang didahului dengan nomor urut dan surat-surat.

Selain itu, pada Senin dan Selasa (20-21 September), setiap calon hakim agung akan menjalani prosedur “pemeriksaan kelayakan dan kelayakan”.

Dari 11 calon hakim agung yang dihadirkan KY di DPR RI, 8 dari 11 calon hakim agung berasal dari Kamar Pidana, 2 dari Kamar Perdata dan 1 dari Kamar Militer.

11 calon hakim agung:

Kamar Kriminal:

1. Aviantara, SH, M.Hum. (Inspektur Badan Pengawas Mahkamah Agung Sirkuit I)

2. H. Dviarso Budi Santiarto, SH, M.Hum. (Kepala Badan Pengawas Mahkamah Agung)

3. Jupriyadi, SH, M.Hum. (Hakim Peninjau Tinggi Badan Pengawas Mahkamah Agung)

4. Dokter. Prim Haryadi, SH, MH (Dirjen Peradilan Umum Mahkamah Agung)

5. Dokter. Subihartha, S.H., M.Hum (Ketua Pengadilan Tinggi Bandung)

6. Suharto, SH, M.Hum. (Panitera Tindak Pidana Tinggi di Mahkamah Agung)

7. Suradi, S.Kh., S.Sos., M.Kh. (Hakim Peninjau Tinggi pada Badan Pengawas Mahkamah Agung)

8. Johannes Priyana, SH, MH (Hakim Pengadilan Tinggi Kupang)

Kamar Sipil

9.Ennid Hasanuddin, SH, CN, MH (Hakim Pengadilan Tinggi Banten)

10. Dokter. H. Hasvandi, SH, M.Hum., MM (Sekretaris Pembantu Pengadilan Negeri Khusus Mahkamah Agung)

ruang militer

11. Brigadir Jenderal Dr. Tama Ulinta Br Tarigan, SH, M.Kn. (Wakil Ketua Pengadilan Militer Utama)

Artikel sebelumyaSeorang nelayan ditemukan di Pulau Sumba hilang di Sabu Raijua-NTT
Artikel berikutnyaKopi Liberica, penyelamat mutiara hitam rumput