Beranda Trending DO EXO merilis mini album solo pertama mereka yang berjudul "Simpati"

DO EXO merilis mini album solo pertama mereka yang berjudul "Simpati"

Jakarta (ANTARA) – DO EXO hari ini merilis EP solo perdana “Empathy”, yang berisi delapan lagu, termasuk enam lagu baru dan dua lagu bonus.

Mengutip dari Soompi, Senin, DO EXO mengaku kesulitan menyiapkan EP “Empati” karena kini harus menyanyi sendiri. Namun, dia tetap menganggapnya sebagai pengalaman yang unik dan menyenangkan.

“Dulu aku bernyanyi dengan member EXO lainnya, tapi sekarang aku sendirian, jadi ada beberapa kesulitan. Tapi ini pengalaman yang unik dan menyenangkan. Aku ingin tahu bagaimana reaksi orang terhadap albumku,” kata DO EXO.

DO EXO kemudian berbicara tentang alasan ia memilih “Empathy” sebagai judul mini album solo pertamanya.

“Saya mengalami energi yang baik dan berpengaruh (bagi saya). Aku ingin mentransfer (energi) ini ke orang lain.” Kata DO EXO.

DO juga menceritakan bahwa dia sangat menyukai suara gitar akustik sehingga dia memutuskan untuk mengisi mini album solo pertamanya dengan instrumen akustik.

Salah satu lagu dengan instrumen akustik di mini album DO EXO “Empathy” adalah “Rose”, yang liriknya ditulis sendiri.

“Salah satu hal yang saya pikirkan adalah cinta, emosi yang bisa dialami siapa saja. Jadi saya pikir akan bagus jika lagu saya bisa menghibur orang lain. Jadi saya mencoba menulis liriknya sendiri,” ujarnya.

Sementara itu lagu sisi B bertajuk “I’m Gonna Love You” juga dengan iringan gitar dan berkolaborasi dengan Wonstein. Menurut DO EXO, Wonstein sangat cocok untuk lagu ini.

“Aku sangat berterima kasih karena dia mau berpartisipasi dalam lagu itu,” kata DO EXO.

Dengan perilisan mini album solo pertama mereka, DO EXO berharap dapat memberikan semangat kepada para penggemar saat mendengarkan lagu-lagu di dalamnya.

“Saya bekerja keras untuk membuatnya sehingga Anda dapat merasakan energi yang baik saat mendengarkannya. Jadi saya harap Anda menikmatinya, ”katanya.

Artikel sebelumyaDua titik api muncul di Haharu, Sumba Timur
Artikel berikutnyaACB: Hutan bakau ASEAN melindungi masyarakat dari perubahan iklim