Beranda Nusantara DLHK Jateng Daftar Puluhan Industri Pencemar Bengawan Solo

DLHK Jateng Daftar Puluhan Industri Pencemar Bengawan Solo

Solo (ANTARA) – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah mencatat puluhan industri besar dan menengah mencemari Sungai Bengawan Solo.

Plt Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah Vidi Hartanto di Solo mengatakan, Rabu, industri membuang limbah ke anak-anak sungai yang mengarah ke Sungai Bengawan Solo.

“Di hulu adalah Vonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Boyolali, Solo. Blora terluka,” katanya.

Terkait hal itu, pihaknya justru melakukan langkah-langkah pengawasan. Bahkan, pelaku usaha yang nekat membuang sampah ke sungai akan dikenakan sanksi.

“Pengawasan intensif sudah dilakukan sejak pertengahan 2020, dimulai Juli 2020, dan hingga hari ini kami telah melakukan pengawasan di lebih dari 60 perusahaan yang akan kami beri sanksi,” katanya.

Dia mengatakan, 34 di antaranya mendapat persetujuan tertulis dan pengelolaan limbah yang lebih baik untuk semua perusahaan yang dikendalikan.

“Tapi ada empat perusahaan yang sedang diselidiki karena pelanggaran berat. Ini sudah kami koordinasikan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ujarnya.

Sementara itu, kata dia, diketahui ada beberapa jenis usaha di anak sungai Bengawan Solo, salah satunya industri tekstil di Karanganyar, Sukoharjo dan Regensi Klaten.

Selain itu, juga terdapat limbah dari perusahaan industri, terutama usaha kecil.

“Sampah Ciu memang kontribusi dari pabrik-pabrik kecil, itu yang perlu kita fasilitasi. DED harus untuk industri ciu, memang untuk industri ciu karakteristiknya berat dan sangat mahal,” ujarnya.

Terkait hal itu, pihaknya meminta agar sampah hasil produksi KIA dapat didaur ulang untuk dijadikan pupuk.

“Sebaiknya jangan dibuang ke sungai, tapi sebagai pupuk. Kemarin dilakukan untuk pupuk organik yang disebut ciunik. Tidak semua pendekatan daur ulang perlu dibuang ke sungai, tetapi bisa digunakan kembali, ”katanya.

Sebelumnya pada Selasa (9 Juli) pagi, PDAM Surakarta terpaksa menghentikan sementara operasi TNI Semangga di kawasan Pasar Klivon karena air dari Bengawan Solo harus didaur ulang untuk disalurkan ke masyarakat yang tercemar limbah Sio.

Presiden PDAM Solo Agustan mengatakan, limbah tersebut berasal dari Sungai Samine.

“Ini karena Pertempuran Kali Samina. Tadi pagi tercium baunya, kami ambil sample dan ternyata tidak bisa digunakan karena berdampak pada konsumen,” ujarnya.

Artikel sebelumyaKeluarga berharap pemulangan jenazah korban kebakaran LP tidak sulit.
Artikel berikutnyaAlasan KY tidak mengumumkan nama 11 calon hakim agung