Beranda Hukum Dirut Jasa Raharja memastikan korban kecelakaan Kaltim mendapat santunan.

Dirut Jasa Raharja memastikan korban kecelakaan Kaltim mendapat santunan.

Jakarta (ANTARA) – PT Jasa Raharja menjamin seluruh warga yang terlibat kecelakaan lalu lintas di persimpangan. lampu lalu lintas Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat, 06:30, WITA akan menerima santunan baik korban luka maupun meninggal dunia.

“Jasa Raharja sangat prihatin dengan bencana ini. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat yang kehilangan nyawanya,” kata Direktur Utama PT Jasa Rahardja Rivan A Purwantono di Jakarta, Jumat.

Menurut Kasubag Gakkum Ditlantas Pold Kaltima, empat orang meninggal dunia, empat orang luka berat, dan beberapa mengalami luka ringan dalam kecelakaan yang diduga akibat rem kapal peti kemas yang menabrak kendaraan roda empat dan roda empat tidak berfungsi. sepeda motor.

Warga yang terluka dan meninggal saat ini berada di RSU Hanujoso, RS Beriman, dan RS Ibnu Sina, ujarnya.

Jasa Rahardja langsung menghubungi Ditlantas Polda Kaltim, mempelajari lokasi kejadian dan mengunjungi rumah sakit khusus untuk pendataan seluruh warga.

“Tidak perlu khawatir dengan biaya pengobatan di rumah sakit karena Jasa Rahardja telah memberikan surat jaminan kepada pihak rumah sakit sehingga dapat merawat warga yang mengalami kecelakaan dengan baik,” kata Rivan.

Menurut Rivan, seluruh warga yang terlibat kecelakaan mendapat jaminan dari Jasa Rahardji berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964. Hal ini merupakan bentuk implementasi dari Program Negara Perlindungan Dasar Warga Negara yang Terlibat Kecelakaan.

Secara hukum, Jasa Raharja memberikan santunan kecelakaan kepada setiap orang yang meninggal dunia/cacat tetap akibat kecelakaan yang disebabkan oleh angkutan jalan, baik di darat, di laut maupun di udara.

Santunan berasal dari iuran wajib dana kecelakaan lalu lintas (SWDKLLJ) yang dibayarkan setiap tahun oleh penduduk, dan tarif wajib angkutan umum.

Jenis kecelakaan yang dijamin Jasa Raharja antara lain kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan bermotor atau lebih, orang bertabrakan dengan kendaraan bermotor, dan kecelakaan yang melibatkan penumpang di angkutan umum.

Jasa Raharja tidak mengganti kerugian materiil terhadap kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan, kecelakaan yang melibatkan satu kendaraan pribadi atau kecelakaan yang disebabkan oleh tindakan kriminal.

Menurut Rivan, ahli waris warga yang meninggal akan mendapatkan santunan sebesar Rp 50 juta, sedangkan korban mendapatkan santunan berobat melalui rumah sakit maksimal Rp 20 juta.

“Jasa Rahardja sedang melakukan survei terhadap ahli waris warga yang meninggal setelah mendata identitas masing-masing warga yang terlibat kecelakaan,” jelasnya.

Artikulli paraprakPolisi memeriksa paramedis yang diduga memberikan vaksin kosong kepada siswa sekolah dasar.
Artikulli tjetërTNI AD bekerjasama dengan Kimia Farma mendistribusikan vaksin kepada masyarakat.