Beranda Nusantara Dinas Kehutanan Kalteng Perketat Pengendalian Kayu Ilegal di Sekat Barito

Dinas Kehutanan Kalteng Perketat Pengendalian Kayu Ilegal di Sekat Barito

Palangka Rai (ANTARA) – Dinas Kehutanan Kalteng aktif memantau masuknya kayu ilegal ke seluruh kabupaten dan kota di wilayah itu, salah satunya di daerah aliran sungai (DAS).
Barito.

“Ini adalah salah satu misi kami terkait dengan insiden invasi hutan,”Penebangan liar‘atau lainnya yang terkait dengan peredaran hasil hutan,’ kata Joni Harta, Kepala SDA dan Ekosistem Dinas Kehutanan (Kalteng) Kalteng, Sabtu di Palangka Rai.

Sebelumnya, pihaknya telah melakukan penyelidikan dan pendataan di kawasan Barito terkait peredaran dokumen yang diduga terkait hasil hutan tersebut dipalsukan.

Timnya kemudian melakukan eksplorasi dan investigasi hingga ditemukan beberapa nama, dan aktif mengupayakan pengamanan hutan terpadu, membentuk kelompok gabungan khusus yang terdiri dari Departemen Kehutanan, KLHK, khususnya Bagian Penegakan Hukum (Gakkum), Wilayah I dan lain-lain. …

Setelah mengumpulkan informasi dan pengintaian di lapangan, pihaknya mengamankan sebuah truk yang diduga mengangkut kayu ilegal ke Jalan Patas di kawasan Barito.

“Truk ini memiliki bill of lading yang memberikan kesan bahwa barang bawaannya legal, padahal kayunya adalah kayu yang diambil dari hutan dalam bentuk sensoan. Pohon sensoana, ”katanya.

Selain itu, setelah pengamanan, pemeriksaan dan penyerahan ke Polda Kalteng serta pertimbangan judul perkara, yang dilakukan di Dinas Kehutanan Pusat Kalimantan, dengan partisipasi perwakilan Polda, penyidik ​​KLHK atau Dinas Kehutanan Polisi (Polhut) dan lain-lain.

“Hasil tangkapannya kecil sekali, hanya satu truk Keruing dengan muatan sekitar 13 meter, tetapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk melacak dan mengembangkannya,” katanya.

Dia mengatakan bahwa persidangan saat ini sedang berlangsung, dan pihaknya juga menulis ke pengadilan untuk menentukan bukti.

Selain itu, Joni mengharapkan dukungan semua pihak dalam upaya tersebut agar pemberantasan kayu ilegal di Kalteng dapat dilakukan secara optimal.

Langkah tersebut juga sebagai upaya untuk memenuhi keinginan Gubernur Kalteng Sugianto Sabrana, yakni mengoptimalkan pengendalian kayu ilegal dan industri yang berkembang, yang berdampak nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Pengendalian seperti itu mencegah keluarnya kayu secara sembarangan, minimal diproses di industri kita, PPN, PPh dan lain-lain bisa masuk ke daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ingkit Japer, koordinator Aliansi Dayak Bersatu Kalimantan Tengah, mengatakan pihaknya mendukung upaya pemerintah untuk menertibkan kayu ilegal di provinsi setempat.

Terkait penangkapan yang dilakukan baru-baru ini, pihaknya menyerukan agar gugatan terhadap illegal logging dilanjutkan oleh kelompok gabungan tersebut.

“Kami mendesak Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah untuk mempertimbangkan ini sebagai titik awal untuk pengembangan kasus ini lebih lanjut,” kata Ingkit Japer.

Apalagi, penuntasan kasus penggunaan dokumen ilegal dan diduga palsu itu sejalan dengan visi misi Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Pihaknya berharap instansi terkait bersikap proporsional dan profesional dalam memberantas kegiatan ilegal ini.

“Dalam hal ini, semua peserta juga harus dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan prosedur pengadilan yang berlaku,” katanya.

Artikel sebelumyaAceh laporkan 305 pasien sembuh dari COVID, sebagian besar di kota Subulusalam
Artikel berikutnyaMasyarakat menghargai pengabdian masyarakat Pusat Pembelajaran Penanggulangan Bencana.