Beranda Warganet Di Kalimantan Tengah, pengetatan mikro-PMQM merambah ke sejumlah kabupaten

Di Kalimantan Tengah, pengetatan mikro-PMQM merambah ke sejumlah kabupaten

kami telah menetapkan dua kabupaten lagi sehingga pelaksanaan PPKM terbatas pada lima kabupaten/kota

Palangka Rai (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperpanjang pengetatan pembatasan kegiatan masyarakat mikro (PPKM) ke beberapa kabupaten.

“Sesuai perintah Gubernur, kami telah membentuk dua kabupaten lagi sehingga pelaksanaan PPKM dibatasi pada lima kabupaten/kota,” kata Wakil Gubernur Kalteng Edi Pratovo, Minggu di Palangka Raya.

Selain di Kabupaten Palangka Raya, Lamandau dan Sukamara, PPKM Mikro kini diperketat di Kotavaringin Timur dan Cotavaringin Barat.

Kelima wilayah ini baru-baru ini mengalami tren peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi virus corona 2019 (COVID-19).

Untuk itu, pelaksanaan PPKM sengaja diperketat agar penanganan dan pengendalian COVID-19 di wilayah dan kota tersebut dapat dilakukan secara optimal.

Hal itu disampaikan Edi usai menghadiri rapat koordinasi untuk mengkaji dan membahas perluasan PPKM mikro yang akan diperketat, dan PPKM darurat di bawah kepemimpinan Menko Perekonomian Airlang Hartanto.

Adapun penambahan dua kabupaten di Kalteng sebagai bagian dari pelaksanaan PPKM yang diperketat, hal itu juga ditegaskan Erlene Hardy, Ketua Tim Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng.

Langkah tersebut merupakan upaya untuk menanggulangi dan mengendalikan pandemi COVID-19 seefektif mungkin untuk mencegah penyebaran kasus.

“Masalahnya, jumlah konfirmasi positif meningkat signifikan,” kata Erlyn.

Gugus Tugas terus mengimbau dan mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk selalu disiplin dalam menjalankan pola hidup sehat seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak dan menjauhi keramaian.

Disiplin prokes juga berlaku bagi mereka yang sudah mendapatkan vaksin, sehingga upaya memutus mata rantai virus benar-benar bisa optimal.

Selain itu, pemerintah terus mendorong dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan vaksinasi sesuai tujuan yang telah ditentukan, sehingga pada akhirnya tercipta herd immunity.

Artikel sebelumyaKetua DPD meminta masyarakat mencermati pembatasan kegiatan terkait libur Idul Adha
Artikel berikutnyaPangdam Tanjungpur turut berbela sungkawa atas terjadinya kecelakaan para nelayan KM