Beranda Hukum Delapan terpidana narkoba dijatuhi hukuman mati

Delapan terpidana narkoba dijatuhi hukuman mati

Banda Aceh (ANTARA) – Kejaksaan di bawah Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Aceh dan Kejaksaan Negeri Banda Aceh menuntut delapan terdakwa penyelundupan sabu seberat 201 kilogram seberat 201 kilogram dengan ancaman hukuman mati.

Tuntutan itu dibacakan sekelompok jaksa di Pengadilan Negeri Banda Aceh di Banda Aceh, Kamis.

Sidang berlangsung secara virtual. Para terdakwa menghadiri persidangan dari penjara tempat mereka berada.

Sidang dengan majelis hakim yang diketuai oleh Muhammad Jamil, masing-masing didampingi oleh Junaidi dan Muhammad Nur Juli sebagai anggota.

Kedelapan terdakwa yang divonis mati itu adalah Teku Junaidi bin Jamaludin, Bustami alias Pavang Ami bin Bustamam, Arif Pribadi bin Avaluddin, Vahyono bin Suvarno, Ruvadi alias Adi bin Carmono, Misdiyanto alias Ismail Misdiyanto Bob Muhammad Idris dan Biara Bob Mustin . Haris bin Baharddin Lubis.

Jaksa mengatakan, pada Desember 2020, para terdakwa menyelundupkan 196 paket sabu dengan total berat di atas 201 kilogram. Barang-barang terlarang itu diturunkan dari kapal asing di tengah laut di Provinsi Aceh.

Ekstraksi obat itu diperintahkan oleh seorang warga negara asing bernama Michael. Michael, yang kini bekerja di DPO, menjanjikan gaji Rp 4 miliar jika narkoba sampai ke Jakarta.

“Selain itu, para terdakwa mengambil narkoba di tengah laut dengan perahu motor setelah Michael memberikan koordinat tempat pertemuan. Michael berkomunikasi dengan terdakwa Teku Junaidi bin Jamaludin melalui telepon, ”kata jaksa.

Setelah terdakwa mengambil barang-barang terlarang tersebut kemudian dibawa ke Banda Aceh. Barang haram tersebut akan diangkut ke Jakarta dengan menggunakan gerobak tertutup milik terdakwa Tek Junaidi bin Jamaludin.

Terdakwa Teku Junaidi bin Jamaludin bersama Terdakwa Vahyono dan Terdakwa Ruwadi ditangkap polisi dari satuan khusus Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di Ajun, Aceh Besar.

Selanjutnya, tersangka Bustami ditangkap di rumahnya di desa Noikhyn, Aceh Besar, dan tersangka Arif Pribadi ditangkap di Banda-Aceh. Mereka kemudian dibawa ke Jakarta beserta barang buktinya. Di Jakarta, polisi menangkap tersangka Bob Abdul Haris bin Baharddin Lubis.

JPU menyatakan bahwa para terdakwa telah membuktikan secara sah dan meyakinkan bahwa mereka telah melanggar pasal 114 (2) Jo. Ayat (1) Pasal 132 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba.

“Ini diperparah dengan fakta bahwa tindakan para terdakwa tidak mendukung program pemberantasan narkoba pemerintah. Dan jumlah nama obat sangat banyak. Sementara itu, tidak ada faktor yang meringankan,” kata jaksa.

Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda dengar pendapat untuk pembelaan para terdakwa dan penasihat hukum mereka.

Artikel sebelumyaHofifa bangga dengan Jatim dan 38 kabupaten/kota sebagai anak layak
Artikel berikutnyaWarga Batam yang diduga mendapat dua dosis vaksin sekaligus meninggal dunia