Beranda Warganet CPPA: Masih banyak lagi kasus perempuan yang dituduh

CPPA: Masih banyak lagi kasus perempuan yang dituduh

Sebagian besar perempuan masih menjadi korban “korban menyalahkan”

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyebut masih banyak kasus perempuan yang “disalahkan” atau perempuan yang dijadikan tersangka.

“Kebanyakan perempuan masih menjadi korban kesalahan korban, bahkan pelecehan seksual seringkali tidak disadari oleh korban,” kata Ratna Susianavati, Deputi Advokat Hak Perempuan Kementerian PPPA, dalam State of the World Population 2021 (SWOP). Otonomi tubuh: Tubuh saya milik saya” di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, meski emansipasi kesetaraan gender telah didengungkan beberapa tahun lalu, nyatanya perempuan masih menghadapi banyak insiden kekerasan dan eksploitasi, termasuk pelecehan seksual.

Bagi anak-anak, lanjutnya, hal ini juga sering dilakukan oleh orang-orang terdekat yang peduli pada semua pihak.

“Setelah semua upaya pendidikan, pencegahan dini sangat penting untuk mencegah kekerasan,” katanya.

Di tengah pandemi dan era digitalisasi berbagai rezim, metode yang dikembangkan individu terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak masih marak, ujarnya.

“Ini jelas merupakan tantangan besar bagi kita semua, bersama dengan platform media sosial yang kuat,” katanya.

Menurut Ratna, survei nasional pengalaman perempuan tahun 2016 menemukan bahwa satu dari tiga perempuan Indonesia berusia 15-44 tahun mengalami kekerasan fisik atau seksual.

Ia menambahkan, data tersebut diikuti oleh survei nasional pengalaman anak dan remaja tahun 2018, yang menunjukkan dua dari tiga anak Indonesia berusia 13-17 tahun mengaku mengalami kekerasan.

“Ini tentunya menjadi data yang menjadi dasar bagi kita semua, masalah kekerasan harus menjadi prioritas, dalam penyelesaiannya harus dilakukan atas dasar sinergi dan kerjasama antar kementerian dan departemen. Tentunya dukungan masyarakat sangat penting dalam melakukan kegiatan preventif dan gerakan massa yang dimulai dari akar rumput,” ujarnya.

Artikel sebelumyaWarga yang mengasingkan diri dibantu paket logistik dari Ketua DPRD Kota Bogor.
Artikel berikutnyaOmbudsman Sumbar mengawal adopsi CPNS pada 2021.