Beranda Hukum CCP Hubungi Wakil Direktur PT Adonar Propertindo untuk Kasus Munjul Land Land

CCP Hubungi Wakil Direktur PT Adonar Propertindo untuk Kasus Munjul Land Land

Hari ini pemeriksaan saksi tersangka PKK dan kawan-kawan.

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Wakil Direktur PT Adonar Propertindo Anya Runtuvene (AR) pada Rabu untuk mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan tanah 2019 di Munjul, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Anya akan diperiksa sebagai saksi atas tersangka mantan Direktur Perumda Pembangunan Saran Jaya, Yori Cornelis Pinontoana (YRC) dan kawan-kawan.

“Hari ini pemeriksaan saksi tersangka YRC dan kawan-kawan yang terlibat tindak pidana korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul, Desa Pondok Ranggon, Kecamatan Chipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi Jakarta, Provinsi DKI, pada 2019,” kata Pj Sekretaris Pers PKC Ali Fikri dalam keterangannya. , di Jakarta, Rabu.

Ali mengatakan pemeriksaan Ani dilakukan di gedung PKC di Jakarta. Anya juga menjadi tersangka dalam kasus tersebut, namun penyidik ​​memanggilnya sebagai saksi.

Selain Ani dan Yori, PKC juga menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni Direktur PT Adonar Propertindo Tommy Adrian (TA), Direktur PT Aldira Berk Abadi Makmoor (ABAM) Rudy Hartono Iskandar (RHI) dan satu tersangka korporasi PT Adonar Propertindo.

PKC menduga kerugian keuangan pemerintah setidaknya Rs 152,5 miliar.

Awalnya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta, Perusahaan Pembangunan Daerah (PDPSJ) Saran Jaya yang bergerak di bidang pertanahan dan konstruksi sedang mencari lahan di Jakarta untuk dijadikan unit usaha atau lahan. bank.

Pada 4 Maret 2019, Anya bersama Tommy dan Rudy menawarkan kepada PDPSJ sekitar 4,2 hektare lahan di Munjul. Namun, pada saat itu, hak atas tanah itu masih sepenuhnya dimiliki oleh Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carol Boromeus.

Kemudian Anya dan Tommy bertemu dengan Kongregasi Suster-suster Cinta Kasih Carolus Boromeus di Yogyakarta, kemudian disepakati ada jual beli tanah di Munjul, dan disepakati harga tanah 2,5 juta rupiah per meter, sehingga total nilai sebesar 104,8 miliar rupiah.

Pembelian tanah pada 25 Maret 2019 langsung diselesaikan oleh Anya dan Tommy sebagai akad jual beli, serta uang muka sekitar Rp 5 miliar melalui rekening bank atas nama Kongregasi Suster-Suster Mercy. Carol Boromei.

Pengalihan sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan berat tanah dari Kongregasi Suster-suster Pengasih Carolus Boromeus melalui notaris yang ditunjuk oleh Anya.

Anya, Tommy dan Rudy kemudian menawarkan tanah itu kepada PDPSJ dengan harga Rp 7,5 juta per meter dengan total Rp 315 miliar. Ada dugaan negosiasi palsu dengan harga yang disepakati Rs 5,2 juta per meter, total Rs 217 miliar.

Pada 8 April 2019, telah ditandatangani perjanjian jual beli dengan notaris di kantor PDPSJ antara pembeli (Yori) dan penjual (Anya), dan dilakukan pembayaran sebesar 50 persen atau sekitar Rp 108,9 miliar. Rekening bank Anya di bank DKI.

Selang beberapa waktu, atas perintah Yori, PDPSJ membayar Anya sebesar Rp 43,5 miliar.

Anya juga menemukan dugaan penggunaan sejumlah uang untuk kepentingan pribadi bersama pihak terkait lainnya, termasuk pembelian tanah dan mobil mewah.

Artikel sebelumyaSleman melakukan pembagian kurban di masjid yang belum pernah menyembelih sapi
Artikel berikutnyaMendalami Kebijakan Penyuluhan PPKM