Beranda Nusantara BPPTKG Klaim Gunung Merapi Masuk Fase Semburan Magma

BPPTKG Klaim Gunung Merapi Masuk Fase Semburan Magma

Sekarang fase pelepasan magma sudah ada di permukaan

Yogyakarta (ANTARA) – Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengumumkan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta memasuki fase ekstrusi, atau fase pelepasan magma dari permukaan gunung.

“Kalau aman, bukan karena fase sekarang adalah fase ekstrusi,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humayda dalam diskusi Merapi baru-baru ini yang berlangsung praktis di Yogyakarta, Jumat.

Menurut Hanik, sejak April 2021 terjadi peningkatan aktivitas seismik di Gunung Merapi yang kemudian menurun pada 6 Agustus 2021. Penurunan seismik menandai dimulainya fase ekstrusi magma.

Tanda dimulainya fase ekstrusi magma juga terjadi penurunan deformasi gunung, yang menandakan bahwa tekanan magma dari dalam mulai menurun.

“Ketika ada tekanan, itu adalah fase invasi atau pergerakan magma dari dalam ke permukaan. Sekarang fase keluar (magma) sudah ada di permukaan,” ujarnya.

Deformasi Gunung Merapi yang terlacak oleh BPPTKG menggunakan EDM minggu ini, menunjukkan tingkat penurunan jarak 7,7 cm per hari.

“Pada tahap ekstrusi ini, kita harus berhati-hati dalam arti awan panas masih mengancam daerah-daerah potensial (terancam punah),” katanya.

Sementara itu, mengenai arah longsoran kubah lava, Hanik mengatakan terjadi pergeseran yang awalnya mendominasi Sungai Boyong atau sisi barat daya, bulan ini menuju ke arah Sungai Bebeng dari sisi selatan-barat daya.

“Awalnya, arah dominan ke arah Sungai Boyong. Dari 13 Juli hingga 13 Agustus, Bebeng kini menjadi destinasi dominan,” kata Hanik.

Hanik mengatakan, dalam pantauan sepekan, Merapi melontarkan 28 kali longsoran lahar ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 3.000 meter.

Terpantau jatuhnya lahar sebanyak 252 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 2000 meter dan satu kali ke arah tenggara dengan jarak luncur 500 meter.

BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga.

Masyarakat diminta mewaspadai potensi dampak longsoran lahar dan awan panas Gunung Merapi di sektor selatan-barat daya, yang meliputi sungai Zheltaya, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Jika terjadi erupsi, erupsi material vulkanik dari Gunung Merapi bisa mencapai area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung, kata Hanik Humayda.

Artikel sebelumyaTujuh owa dan kukang sumatera menjalani rehabilitasi di Bangk
Artikel berikutnyaVaksinasi COVID-19 untuk suku dalam negeri