Beranda Warganet BPJS Kesehatan Menguji Sistem Global Budgeting

BPJS Kesehatan Menguji Sistem Global Budgeting

Jakarta (ANTARA) – Badan Pengelola Kesehatan Masyarakat (BPJS) memprakarsai empat rumah sakit di Kabupaten Klungkung di Bali ke dalam sistem anggaran global.

Direktur Perencanaan, Pengembangan, dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan, Mahlil Rubi, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, mengatakan sistem anggaran global diciptakan untuk mencari solusi masalah keseimbangan kualitas dan biaya kesehatan.

Mahlil menjelaskan bahwa global budget adalah sistem pembayaran pelayanan rumah sakit berdasarkan seperangkat anggaran atau biaya yang timbul dari negosiasi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, untuk jangka waktu tertentu, dengan mempertimbangkan jumlah pelayanan pada periode sebelumnya. tiga tahun, rencana dan operasi rumah sakit.

Selain memastikan kepastian anggaran, sistem penganggaran global memberikan keleluasaan bagi rumah sakit untuk mengelola dan merestrukturisasi anggarannya sesuai dengan prioritas kebutuhan, serta keleluasaan untuk berimprovisasi dalam penggunaan biaya pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta JKN.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Klungkung dan seluruh jajaran di pemerintahan dan rumah sakit Klungkung atas komitmennya menjadi pilot global budget area,” imbuh Mahlil.

Mahlil menambahkan, sistem ini merupakan bentuk pengembangan sistem pembayaran rumah sakit yang masih menjadi bagian dari CBG INA. Uji coba dilakukan di 70 rumah sakit yang berada di 13 kabupaten dan kota, termasuk empat di Kabupaten Klungkung. Kabupaten Klungkung salah satunya karena sangat siap dan berkomitmen terhadap program JKN-KIS.

Mahlil berharap sinergi antara BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah terus mendorong perkembangan sistem anggaran global, sehingga berdampak pada kemudahan peserta mengakses layanan kesehatan program JKN-KIS.

“Melalui sistem pembayaran anggaran global ini, kami berharap sistem pembayaran institusi medis khususnya rumah sakit dapat berjalan dengan lancar, stabil dan seimbang dengan peningkatan kualitas pelayanan,” lanjut Mahlil.

Dalam kesempatan ini, Bupati Klungkung Y Nyoman Suvirta menyampaikan harapan agar semua pihak meningkatkan komitmen untuk mendukung program anggaran global yang telah diujicobakan di wilayah BPJS Kesehatan Klungkung agar dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.

Untuk mencapai tingkat keberhasilan tertentu dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, kata dia, diperlukan sinergi dan komitmen semua pihak untuk mensukseskan sistem ini, sehingga dapat beroperasi secara efisien dan maksimal.

“Dengan penerapan kerangka anggaran global ini, tentunya kita juga mendukung upaya promosi kesehatan, pencegahan dan edukasi untuk mendorong perilaku dan gaya hidup sehat di masyarakat. Kami berharap semua pemangku kepentingan dapat menyampaikan pesan yang sama, sehingga pemberian pelayanan kesehatan dapat meningkatkan kepuasan peserta,” ujar Suvirta.

4 rumah sakit juga telah diujicobakan dalam fase anggaran global, antara lain RS Klungkung, RS Gema Santi, RS Bintang dan RS Permata Hati, diikuti RSU Graha Bakti Medika. Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan juga secara simbolis menyerahkan 100 paket bantuan sembako kepada masyarakat terdampak pandemi COVID-19 yang juga diterima langsung oleh Suvirta.

Artikel sebelumyaKSP mengontrol produksi beras biofortifikasi di provinsi Lampung
Artikel berikutnyaPilihan untuk model pemilihan paralel perlu dipikirkan kembali