Beranda Nusantara BMKG meminta warga NTT untuk melapor jika mengalami perubahan cuaca ekstrim

BMKG meminta warga NTT untuk melapor jika mengalami perubahan cuaca ekstrim

Peralatan meteorologi kami tidak ada di semua lokasi di NTT.

Kupang (ANTARA) – Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Agung Sudiono Abadi meminta warga Nusa Tenggara Timur untuk memberi tahu BMKG jika mengalami kondisi cuaca ekstrem.

“Peralatan meteorologi kami tidak disebar di seluruh wilayah NTT, jadi jika masyarakat merasa cuaca banyak berubah, silakan laporkan ke BMKG melalui berbagai saluran yang kami sediakan,” katanya di Kupang, Rabu.

Hal itu, kata dia, karena langkah mitigasi bencana yang harus dilakukan warga dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem di wilayah NTT.

Agung Sudiono mengatakan, dengan keterbatasan pasokan alat meteorologi dari BMKG, tidak semua kondisi cuaca ekstrem akibat faktor lokal dapat terdeteksi.

Dia mencontohkan, kondisi cuaca ekstrem akibat faktor lokal yang menyebabkan banjir bandang di Kabupaten Ngada di Pulau Flores pada 4 September 2021.

“Peralatan meteorologi kami, bahkan hujan badai, masih jarang ditempatkan di sana (Ngada), sehingga laporan masyarakat akan sangat membantu,” katanya.

Dari laporan masyarakat, lanjutnya, BMKG akan menganalisis baik satelit maupun elemen cuaca lainnya sehingga dapat mengeluarkan peringatan dini untuk mitigasi dampak bencana alam.

Agung Sudiono juga menghimbau kepada masyarakat agar segera menyampaikan laporan kepada BMKG melalui saluran yang disediakan seperti nomor telepon atau email. ada apa 081139404264.

“Nomor telepon ini bekerja sepanjang waktu, sehingga warga dapat dihubungi kapan saja,” katanya.

Ia meminta seluruh lapisan masyarakat bekerja sama dengan BKMG untuk bahu membahu menyelamatkan masyarakat NTT dari berbagai dampak bencana hidrometeorologi.

Artikel sebelumyaDi halaman rumah warga Tanjungpinang, bunga kadaver bermekaran.
Artikel berikutnyaMuara Sungai Kurau di Babilonia distandarisasi dengan pengerukan.