Beranda Nusantara BMKG: Gempa Alaska tidak berdampak signifikan di wilayah Indonesia

BMKG: Gempa Alaska tidak berdampak signifikan di wilayah Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Gempa bumi berkekuatan 8,1 skala Richter yang melanda Perryville, Alaska, AS pada Kamis pukul 13:15 WIB menimbulkan tsunami kecil namun tidak berdampak signifikan bagi Indonesia, menurut juru bicara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika). BMKG).

“Beberapa perintah evakuasi telah dikeluarkan di Alaska. Namun karena pantauan muka air laut hanya mencatat tsunami kecil yang tidak berdampak apa-apa, peringatan dini tsunami dihentikan,” kata Koordinator Gempa dan Tsunami BMKG Dariono di Jakarta. Kamis.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) melaporkan bahwa gempa bumi di Alaska dapat menyebabkan tsunami kecil dengan panjang kurang dari 0,3 meter di Indonesia.

Menurut BMKG, berdasarkan hasil simulasi, tsunami dengan ketinggian tidak signifikan, kurang dari lima cm, akan tiba di Indonesia, lebih tepatnya di utara Papua, pada 30 Juli 2021 pukul 00:10 WIB.

“Berdasarkan hasil simulasi ini, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk Indonesia, sehingga masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapat dibenarkan,” kata Dariono.

Dia menjelaskan, berdasarkan lokasi episentrum dan kedalaman hiposenter, gempa yang melanda wilayah Alaska pada Kamis ini merupakan gempa dangkal akibat subduksi lempeng di zona tektonik. megatrust Alaska-Aleutian.

Subduksi Alaska-Aleutian diketahui aktif secara seismik dengan kecepatan pergerakan lempeng Pasifik ke arah barat 57-61 mm per tahun.

Sistem subduksi lempeng ini adalah generator gempa bumi yang kuat di wilayah Semenanjung Alaska, yang telah menyebabkan beberapa gempa bumi dan tsunami yang kuat.

Gempa bumi besar yang menimbulkan tsunami yang terjadi di wilayah Alaska dan berasal dari zona subduksi Kepulauan Aleutian terjadi pada tahun 1938 (magnitudo 8,3), tahun 1946 (magnitudo 8.1), tahun 1956 (magnitudo 8.6), tahun 1965 (magnitudo 8.6) dan 1965 (besarnya). 8.6) .7), 1964 (besarnya 9,2), dan 1986 (besarnya 8,0).

Pascagempa 8,1 SR yang melanda wilayah Alaska pada Kamis pukul 13.15 WIB hingga 16.00 WIB, terjadi lebih dari 25 gempa susulan dengan kekuatan di bawah 6,0 SR.

Artikel sebelumyaPDIP Dorong Riset dan Inovasi Temukan Obat COVID-19
Artikel berikutnyaELSAM: RUU NDP Seharusnya Tidak Memperkenalkan Sanksi Pidana Baru