Beranda Nusantara BKSDA Selidiki Dugaan Keberadaan Harimau di Windunegara Banyumas

BKSDA Selidiki Dugaan Keberadaan Harimau di Windunegara Banyumas

Surat untuk menyelidiki dugaan keberadaan harimau

Purwokerto (ANTARA) – Balai Besar Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah segera menyelidiki dugaan keberadaan harimau di Grumbul Kepetek, Desa Vindunegara, Kabupaten Banyumas.

“Kami belum menerima permintaan resmi dari pihak berwenang setempat, ini hanya pesan yang disiarkan melalui WhatsApp. Namun, kami akan menyampaikannya kepada pimpinan agar mendapat instruksi untuk mengusut dugaan keberadaan harimau tersebut,” katanya. kata kepala departemen. BKSDA Cagar Alam Chilacap Jawa Tengah, Dedi Rusyanto, saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu.

Dia mengaku dari pengalaman, auman harimau atau binatang buas lainnya tidak seperti yang disampaikan dalam pesan WhatsApp.

Namun hanya sebatas informasi melalui WhatsApp, kata dia, pihaknya melaporkan hal tersebut kepada pimpinan BCSA di Jateng agar segera mendapat surat perintah verifikasi kebenaran informasi tersebut.

Selain itu, kata Dedi, informasi pertama kali diberitakan terkait dugaan keberadaan harimau di Desa Windunegara, Kabupaten Wangon, Banyumas.

“Selama ini belum pernah ada informasi tentang keberadaan satwa liar ini (harimau, -red). Oleh karena itu, kami akan mengecek keakuratan informasi tersebut,” jelasnya.

Padahal, kata dia, pihaknya tidak pernah secara spesifik mengidentifikasi satwa besar yang mungkin menghuni kawasan hutan di sekitar Desa Windunegara.

Dikatakannya, jika ada mamalia besar seperti harimau di kawasan tersebut, jangkauan satwa tersebut bisa lebih dari 20 kilometer.

“Ya, bisa jadi harimau hutan atau daerah, perantaunya bisa ke sana. Bisa jadi bagian dari lingkaran, dan tidak setiap harimau lewat di sana, baik dua hari sekali, seminggu sekali, kami tidak bisa. pasti ,- katanya.

Namun jika itu cincin jelajah harimau, katanya, suatu saat harimau akan melewati tempat ini.

Menurutnya, ini adalah perilaku khas spesies mamalia besar.

“Sejak dulu kita lewat, suatu saat nanti kita akan lewat di sana lagi. Biasanya mamalia besar menandai perilakunya,” kata Dedi.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kapolsek Wangon, Ajun Komisaris Polisi Suprijadi, mengatakan pihaknya masih melakukan pengawasan langsung di lokasi untuk memastikan keberadaan harimau tersebut, seperti dilansir warga Grumbul Kepetek.

Sementara itu, menurut dia, seorang warga Grumbul Kepetek yang berprofesi sebagai petani mengaku mendengar auman harimau.

“Ada yang melihat jejaknya. Ada informasi ada warga yang melihat kandang kambing di warga dan berusaha membuang ternaknya,” ujarnya.

Diakuinya, informasi kemunculan harimau baru pertama kali muncul, meski desa Windunegara dan Chikakak dekat dengan hutan.

Berkaitan dengan itu, dia mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan waspada saat menggelar acara di hutan.

Artikel sebelumyaGempa berkekuatan 5,8 SR mengguncang wilayah Wakatobi,
Artikel berikutnyaYogyakarta Mengubah Paradigma Pembuangan Sampah ke Daur Ulang