Beranda Nusantara BBMKG Jayapura: Jangan Bakar Lahan Saat Musim Kemarau

BBMKG Jayapura: Jangan Bakar Lahan Saat Musim Kemarau

Suhu maksimum di Jayapur diperkirakan mencapai 34-36 derajat Celcius dalam 10 hari terakhir, sehingga masyarakat disarankan untuk menyiapkan alat pelindung diri seperti topi saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Jayapura (ANTARA) –

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan di tengah fenomena musim kemarau yang melanda Jayapura, Provinsi Papua, dan beberapa wilayah lainnya.
Kepala Stasiun Klimatologi Jayapura Doni Cristianto di Jayapura, Kamis, mengatakan kondisi ini akan berlangsung hingga Oktober tahun depan.

“Apalagi dari hasil pantauan kami terlihat sudah terjadi musim kemarau sejak Juli 2021, dimana fenomena ini tidak hanya menimpa wilayah Jayapura, tapi juga Kabupaten Sarmi dan Keerom,” ujarnya.

Selama 10 hari terakhir, suhu maksimum di Jayapur diproyeksikan antara 34 dan 36 derajat Celcius, katanya, sehingga masyarakat disarankan untuk menyiapkan alat pelindung diri seperti topi ketika mereka melakukan aktivitas di luar rumah.
Menurut Doni Cristianto, Wakil Koordinator Layanan BBMKG Wilayah V, Jayapura Ezri Ronsumbre mengatakan pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan keadaan lingkungan tempat tinggal.

“Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai jika terjadi hujan lebat dengan durasi yang lebih lama, mengingat secara klimatologis September merupakan salah satu puncak hujan di beberapa wilayah,” ujarnya.

Dijelaskannya, hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah utara Papua cukup tinggi, dan telah terbentuk zona pompa angin di sekitar kawasan Teluk Senderavasih.
“Kondisi ini berkontribusi pada terbentuknya awan hujan, khususnya awan konvektif, yang menyebabkan hujan lebat atau sangat deras di beberapa daerah,” ujarnya.

Menurut Ezri Ronsumbre, kondisi tersebut telah menyebabkan bencana hidrometeorologi atau banjir di dua kabupaten di Papua, yakni Nabir dan Serui.

Artikel sebelumyaEric Tohir memastikan tidak ada ruang bagi teroris di BUMN.
Artikel berikutnyaTersangka korupsi dana COVID-19, mantan Bupati Mamberamo Raya ditangkap